SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 15 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:19
SUBUH 04:33
DZUHUR 11:43
ASHAR 15:04
MAGHRIB 17:34
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : KEDUNGPUJI NEWS / NEWS / NEWS UPDATE
Komentar : 0 komentar

Oleh: Prof. Dr. HM. Rasjidi

Di kalangan birokrasi dan akademisi juga para aktifis pergerakan Islam nama HM. Rasjidi sudah sangat familier. Menurut Herry Mohammad (Tokoh-Tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20, 2006) dikatakan bahwa Rasjidi lahir di Kotagede, Yogyakarta pada 20 Mei 1915 dan wafat di Jakarta pada 30 Januari 2001.

Dalam kehidupannya sebagai seorang intelektual sekaligus aktifis Muslim, Rasjidi selalu berusaha melakukan pembelaan terhadap Islam dan umat Islam. Hal tersebut ditujukan baik terhadap aktivis Kristen, tokoh-tokoh aliran kepercayaan, maupun tokoh-tokoh Islam sendiri. Bukti-bukti yang menunjukkan hal tersebut diantaranya adalah koreksinya dalam bentuk buku terhadap gagasan Nurcholis Madjid tentang sekulerisasi dan “Islam yes, partai Islam no”. Juga terhadap buku yang ditulis Prof. Dr. Harun Nasution “Islam Ditinjau dari Beberapa Aspeknya. Maka tidak keliru jika dikatakan oleh Herry Mohammad bahwa Prof. Dr. HM. Rasjidi adalah Sang Begawan Pembela Akidah Umat.

Di tengah situasi saat ini seperti yang disinyalir oleh Dr. Adian Husaini (Mewujudkan Indonesia Adil dan Beradab, 2015) bahwa kita sedang menghadapi pemikiran ekstrim salah satunya dalam bentuk sekulerisme dan liberalisme. Kita merindukan sosok intelektual Muslim yang istiqomah seperti beliau.

SebelumnyaTadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Falah SesudahnyaPengajian Jelang Buka Bersama Masjid Nurul Falah
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.