SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Saturday, 18 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:20
SUBUH 04:34
DZUHUR 11:44
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:35
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : NEWS / NEWS UPDATE / SEJARAH
Komentar : 0 komentar

Kedungpuji adalah merupakan sebuah desa di kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Kedungpuji terdiri dari 4 dusun yaitu: Dusun Entak, Pucang, Plana, dan Kedunglo. Desa Kedungpuji adalah desa paling Timur di Kecamatan Gombong, ke timur berbatasan dengan desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar ke selatan berbatasan dengan desa Panjangsari Kecamatan Gombong ke utara berbatasan dengan desa Klopogodo sedang ke barat atau menuju Ibu Kota kecamatan melewati Desa Wero.

Sebaran mata pencaharian penduduknya mayoritas adalah petani, sebagian kecil pedagang, industry kecil, karyawan dan PNS. Sebagian penduduk ada yang pergi ke luar kota sebagai pekerja Urban dan bahkan ada yang menjadi pekerja Migran ke luar negeri. Ada yang hampir hilang satu potensi pekerjaan masyarakat kedungpuji yaitu menganyam pandan, hal ini mungkin karena tak adanya regenerasi atau karena tidak menariknya dari segi pendapatan.

Tingkat pendidikan di Desa ini lumayan baik walau dengan tingkat pendapatan masyarakatnya yang masih termasuk daerah miskin, semangat masyarakat dalam masalah pendidilan formal cukup baik, beberapa ada yang mencapai pendidikan s2 dan banyak yang sudah menyelesaikan s1. Di Kedungpuji ada satu sekolah tingkat taman kanak-kanak dan dua sekolah dasar negeri.

Konon dulu Desa ini terkenal sebagai wilayah Kadipaten dibawah Kesunanan Surokarto/Solo, dengan nama Kadipaten Pucang terkenal dengan pimpinanya yang bernama Adipati Raden Jono yang makamnya di atas pegunungan (wagir) Grenggeng.

Setelah menjadi Desa Kedungpuji sejak pra Kemerdekaan Republik Indonesia desa ini sudah ada dan termasuk wilayah Distrik Gombong, lurah yang dikenal sampai hari ini ada enam yaitu :

  1. Kartasenjaya : beliau masih simbah kakungnya Bapak Bambang Wijonarko dari Ibu atau juga Simbah Kakung Bu Suri dari Bapak, atau juga bapak dari Ibu Marsitah Ibunya Mas Winanto Nugraha (Oom Nono) dll, Simbah Kartasenjaya menjabat Lurah Kedungpuji/Pucang dijaman Penjajahan.
  2. Samijo Singodimejo: beliau adalah bapak dari Ibu Zubaidah, Pak Jasimin, Pak Bardiantoro (Kepala Desa yang ke 5) dll. Bapak Samijo adalah Lurah pada masa perjuangan dari sebelum kemerdekaan sampai masa Orde baru, masa menjabatnya sangat lama.
  3. Muhadi: Bapak Muhadi menjabat Kepala Desa tidak lagi disebut Lurah menggantikan Bapak Samijo yang merupakan Lurah istimewa karena termasuk perintis desa Pra dan Pasca Kemerdekaan. Era Bapak Muhadi adalah era pemerintahan modern karena sudah Jaman Orde baru, atau jaman Pemerintahan Soeharto.
  4. Teguh Sumantri: Bapak Teguh Sumantri juga era pemerintahan yang istimewa karena pada masa ini munculnya Gerakan Reformasi, ada perubahan masa jabatan Kepala Desa menjadi hanya lima tahun atau bisa dipilih satu kali lagi masa jabatan, jadi maksimal hanya 10 tahun, yang tadinya bisa mencapai 16 tahun.
  5. Bardiantoro, adalah putra Bapak Samijo, beliau menjadi Kepala Desa adalah merupakan darah keturunan atau istilahnya Nunggak Semi. Dan masa jabatan beliau cuma lima tahun.
  6. Yuliono Irmawan, A.Md. beliau adalah kepala Desa yang sekarang masih menjabat (th. 2015) beliau menjabat Kepala Desa di Era Reformasi Transparansi, jabatan kepala desa yang telah mendapat tunjangan dan dana yang nantinya akan mencukupi untuk pembangunan desa, maka desa pada masa kini dan ke depan ditentukan dari kebijakan Good Governance and Clean Government. Desa akan maju atau tidak, bukan lagi ditentukan oleh kekuasaan diatasnya tapi bagaimana memberdayakan kebersamaan dalam Musrengbangdes.

Jaman dulu ketika di Kedungpuji ada keramaian seperti pertunjukan Wayang Kulit atau yang lain maka keramaiannya melebihi keramaian di desa-desa lain, fenomena ini terjadi, karena konon: para pedagang yang berjualan akan banyak yang laku sehingga ketika ada keramaian para pedagang akan berbondong-bondong untuk menjajakan dagangan makanan atau kuliner. Secara gugon tuhon dipercayai karena yang mbaurekso desa Pucang ini membuat orang suka Jajan, ini harus hati-hati karena ada image rakyat Kedungpuji suka belanja.

Dahulu kala juga ada seloroh dari orang-orang luar desa Kedungpuji, bahwa gadis desa Kedungpuji itu orangnya sederhana, nerimo tapi kalau mau dapat gadis Kedungpuji harus rajin bikin Lubang Sampah (pawuhan) karena kebiasaan ibu-ibu Kedungpuji punya kegiatan menganyam anyaman pandan maka pasti sering menghasilkan sampah yang berduri, kalau tak di masukan ke dalam lobang sampah akan berserakan dan bisa menusuk kaki. Tapi jaman telah berubah dan Kedungpuji harus dibangun Jiwanya dan Badannya sehingga Sejahtera Lahir dan Batinnya, Amien. ***@ 2015

Penulis : Ustadz Yunus Anies

SebelumnyaJelang Ramadhan, Pemdes Kedungpuji Kumpulkan Para Dai SesudahnyaKEDUNGPUJI – Ketika Status Quo Kemit
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.