SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 15 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:19
SUBUH 04:33
DZUHUR 11:43
ASHAR 15:04
MAGHRIB 17:34
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : KULINER / NEWS / NEWS UPDATE
Komentar : 0 komentar

Pak Parsino dulunya adalah seorang warga urban di Jakarta. Tapi dia bukan orang yang bekerja ke orang lain namun melakukan usaha wiraswasta sendiri, membuka usaha rumah makan yang menurut dia versi rumah makan padang. Kemudian Pak Parsino pulang kampung dengan mengusung usahanya yaitu dengan membuka warung makan Siang Malam Jalan Raya Gombong Timur Km. 3 tepatnya di Desa Kedungpuji sebelah barat SPBU batas kota Gombong-Karanganyar.

Rumah Makan Siang Malam didirikan sejak tahum 2009 dan karena Pak Parsino sudah berpengalaman dalam usaha ini maka tidak terlalu lama, sekitar 5-6 bulanan sudah bisa meraup keuntungan dengan baik, dan sekarang berkembang cukup baik.

Ada beberapa kiat yang dilakukan oleh Pak Parsino agar Rumah Makannya bisa berkembang dengan maksimal antara lain :

  • Dengan menyediakan aneka rasa dan jenis masakan, dengan kelengkapan hidangan yang mencapai 24 jenis masakan.
  • Membidik pangsa pasar tertentu sesuai dengan letak dan lingkungan masyarakat dimana lokasi rumah makan tersebut berada.
  • Mempertahankan harga yang tetap terjangkau walaupun untuk jenis masakan tertentu menetapkan harga yang dengan keuntungan amat tipis atau ibaratnya malah gak untung, agar menu masakan tersebut tetap tersedia.

Karena ia orang jawa yang selalu menjaga paseduluran maka ia tetap memberikan harga special kepada orang yang dekat karena masih saudara, tetangga, atau teman baik karena dengan begitu ia tidak hanya mendapatkan keuntungan materi tapi juga akan mendapat keuntungan persaudaraan (bati sanak).

Dalam menetapkan harga ia juga tak menaikan (nuthuk-jawa) misal untuk plat nomor mobil jauh maka harga juga tetap biasa.

Tak takut Kompetitor
Dengan munculnya banyak warung-warung makan bagi Pak Parsino itu tidak dianggap sebagai pesaing tapi malah bagian dari reklame. Karena hal itu akan mengundang banyak pelanggan-pelanggan baru, pelanggan akan datang untuk mendapatkan berbagai macam sajian yang di sediakan dari beberapa warung makan yang ada.

Lain halnya bila hanya ada satu rumah makan orang akan kurang berminat mendatangi, karena kalau tak suka makanan di satu rumah makan, tak bisa mencari di rumah makan yang lain, berbeda bila banyak rumah makan akan ada alternatif pilihan.

Nasehat Pak Parsino bagi generasi muda yang akan merintis usaha, hal yang prinsip yang harus perhatikan adalah kesukaannya pada bidang usaha itu, jadi sebuah usaha bukan hanya untuk mencari keuntungan tapi juga melakukan hobi, ketika orang melakukan sesuatu yang dia sukai maka akan melakukan dengan senang dan tidak ada keterpaksaan.

Pilihlah usaha yang resikonya mampu diatasi dan lakukanlah usaha dengan disiplin dan sungguh-sungguh. Man jadda wajadda man shabara zhafira…*** (SaifudinMDG)

SebelumnyaPuluhan Remaja Ikuti “Dauroh Remaja Islam” di Sempor SesudahnyaKuliner Lotek Tahu Uleg di Kedungpuji
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.