SHARE

Hidup di dunia laksana sedang menempuh sebuah perjalanan. Pasti melewati berbagai fase baik secara jasmani maupun rohani. Salah satunya adalah fase remaja. Sebuah fase antara kelompok anak-anak dan dewasa. Sehingga bisa dipastikan dunia remaja itu penuh warna. Karena mereka menurut para ahli ilmu jiwa sedang mencari jati diri.

Dalam pengamatan para ahli ilmu jiwa dikatakan bahwa remaja itu dihadapkan pada beberapa problem. Menurut Zakiah Darajat (Ilmu Jiwa Agama, 1979), dari problem tersebut diantaranya adalah masalah hari depan, masalah hubungan dengan orang tua dan masalah moral serta agama.

Disamping remaja itu menghadapi problem ternyata mereka memiliki perilaku yang khas bukan hanya keinginan untuk menegaskan jati diri tetapi juga terkait dengan setia kepada teman sebaya dan keinginan untuk melawan otoritas.Seperti yang dikatakan oleh M Sayyid Muhammad Az-Za’balawi (Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa, 2007) bahwa beberapa kecenderungan remaja dalam aspek sosial adalah remaja cenderung mengkritik dan ingin perbaikan, keinginan untuk membantu orang lain, memilih teman, dan cenderung untuk memimpin.

Sebagai jawaban Islam terhadap soal jati diri bagi remaja maka hendaknya mereka bisa memahami “Islamic-worldview” dengan baik. Menyangkut enam hakikat besar yaitu konsep tentang Tuhan, konsep risalah, konsep ibadah, konsep alam semesta, konsep manusia, dan konsep kehidupan. Sehingga mereka memiliki pola pikir yang benar yang tercermin dalam amal Islam melalui tingkah laku dan aktivitas pergerakan Islam. Kepada mereka inilah kiranya estafet perjuangan Islam dapat diberikan untuk melanjutkan perjuangan mewujudkan peradaban utama.

Terdapat 5 slogan yang telah diwariskan oleh Imam Hasan Al-Banna yang hendaknya terpatri dalam setiap Muslim termasuk para remajanya. Yakni Alloh Tujuan Kami, Rasulullah saw Teladan Kami, Al-Qur’an Undang-Undang Kami, Jihad Jalan Kami, dan Mati Syahid Cita-Cita Kami yang Tertinggi. Dengan 5 prinsip tersebut kaum remaja (muslim) dapat hidup dengan jati diri yang jelas. Bukan hanya sebagai Muslim tetapi sebagai Mukmin-Mujahid yang berusaha terlibat secara aktif dalam perjuangan untuk meninggikan Kalimat Alloh di muka bumi ini. Allohu Al-Musta’an

Penulis: Bambang Purwanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here