SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 15 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:19
SUBUH 04:33
DZUHUR 11:43
ASHAR 15:04
MAGHRIB 17:34
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : NEWS / NEWS UPDATE / PENDIDIKAN
Komentar : 0 komentar

Hidup di dunia laksana sedang menempuh sebuah perjalanan. Pasti melewati berbagai fase baik secara jasmani maupun rohani. Salah satunya adalah fase remaja. Sebuah fase antara kelompok anak-anak dan dewasa. Sehingga bisa dipastikan dunia remaja itu penuh warna. Karena mereka menurut para ahli ilmu jiwa sedang mencari jati diri.

Dalam pengamatan para ahli ilmu jiwa dikatakan bahwa remaja itu dihadapkan pada beberapa problem. Menurut Zakiah Darajat (Ilmu Jiwa Agama, 1979), dari problem tersebut diantaranya adalah masalah hari depan, masalah hubungan dengan orang tua dan masalah moral serta agama.

Disamping remaja itu menghadapi problem ternyata mereka memiliki perilaku yang khas bukan hanya keinginan untuk menegaskan jati diri tetapi juga terkait dengan setia kepada teman sebaya dan keinginan untuk melawan otoritas.Seperti yang dikatakan oleh M Sayyid Muhammad Az-Za’balawi (Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa, 2007) bahwa beberapa kecenderungan remaja dalam aspek sosial adalah remaja cenderung mengkritik dan ingin perbaikan, keinginan untuk membantu orang lain, memilih teman, dan cenderung untuk memimpin.

Sebagai jawaban Islam terhadap soal jati diri bagi remaja maka hendaknya mereka bisa memahami “Islamic-worldview” dengan baik. Menyangkut enam hakikat besar yaitu konsep tentang Tuhan, konsep risalah, konsep ibadah, konsep alam semesta, konsep manusia, dan konsep kehidupan. Sehingga mereka memiliki pola pikir yang benar yang tercermin dalam amal Islam melalui tingkah laku dan aktivitas pergerakan Islam. Kepada mereka inilah kiranya estafet perjuangan Islam dapat diberikan untuk melanjutkan perjuangan mewujudkan peradaban utama.

Terdapat 5 slogan yang telah diwariskan oleh Imam Hasan Al-Banna yang hendaknya terpatri dalam setiap Muslim termasuk para remajanya. Yakni Alloh Tujuan Kami, Rasulullah saw Teladan Kami, Al-Qur’an Undang-Undang Kami, Jihad Jalan Kami, dan Mati Syahid Cita-Cita Kami yang Tertinggi. Dengan 5 prinsip tersebut kaum remaja (muslim) dapat hidup dengan jati diri yang jelas. Bukan hanya sebagai Muslim tetapi sebagai Mukmin-Mujahid yang berusaha terlibat secara aktif dalam perjuangan untuk meninggikan Kalimat Alloh di muka bumi ini. Allohu Al-Musta’an

Penulis: Bambang Purwanto.

SebelumnyaCatatan Annisa Qur'ani : Media Digital dalam Syiar Islam SesudahnyaGURU : NASIBMU KINI
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih┬álama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.