SHARE

SEMPOR (NurfalNews)  – Bidang Dakwah Yayasan Bina Insani Kebumen menggelar Dauroh Remaja Islam di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Terpadu Logaritma Komplek Mushola Nurbarokah RT 03 RW 02 Kedungjati Sempor Kebumen pada hari Kamis-Jum’at (31/12/2015 s.d. 1/1/2016). Acara ini dihadiri sekitar 60 remaja Islam yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Kebumen.

Acara ini di mulai pada pukul 15.30 WB, yang mana sebelum memasuki ruang kegiatan, para peserta terlebih dahulu melakukan registrasi ulang. Dauroh ini dibuka dengan sambutan oleh ketua panitia Ahmad Mus’ab, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustadz Yunus Anies selama kurang lebih 1 jam dengan sesi tanya jawab selama 15 menit.

Menurut Ahmad Mus’ab ketika dijumpai NurfalNews mengatakan Dauroh remaja Islam diselenggarakan dalam rangka mengisi liburan sekolah. “…Alhamdulillah teman-teman SMP dan SMA banyak yang hadir, walhasil acara ini sukses dihadiri sekitar 60 peserta”. ungkap Mus’ab.

Dengan mengangkat tema “Membentuk Pemuda Tangguh dalam Ukhuwah Islamiyah” disampaikan tiga materi, yakni iman, dinamis dan produktif dengan pemateri Ustadz Yunus Anies, Ustadz Bambang Purwanto, S.Ag. dan Ustadz Sarno. Selain materi pilihan, dalam kegiatan ini disampaikan juga acara menarik lainnya seperti Ta’aruf peserta, Games menarik, Qiyamul lail, tadarus Al-Qur’an, Rihlah, Out Bond, dan Renungan yang menggugah.

Pada materi pertama disampaikan bahwa tingkah laku seseorang tergantung pada pemikiran yang dianutnya, terutama pemikiran mendasar yang akan membentuk persepsi seseorang tentang hakikat kehidupan yang kemudian disebut sebagai aqidah.

Dalam penyampaiannya, ustadz Yunus mengajak kepada para peserta dauroh untuk senantiasa mempunyai keyakinan mau berjuang di jalan Allah SWT. “…yakinlah kalian bahwa Allah akan menolong kepada siapa saja yang mau berjuang di jalanNya!”

Allah SWT sudah pasti dan selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beramal, bergerak, berjuang, dan berjihad demi kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Keyakinan ini sudah selayaknya menghujam pada diri kita, “Intanshurullah yanshurkum wa yutsabbit aqdamakum.” (Muhammad: 10); “Alladziina jaahadu fiina lanahdiyannahum subuulana wa innalaaha la ma’al muhsinin.”(Al-Ankabut: 29). tegas Ustadz.

Sementara pada materi kedua diisi dengan diskusi kelompok tentang konsep dasar dalam Islam yang difasilitasi oleh Bambang Purwanto, S.Ag.

Pada sesi diskusi, para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara ini, dibuktikan pada saat diskusi dengan kelompok lain. Para peserta sangat aktif bertanya dan terlihat semangat untuk mendiskusikan mengenai enam hal yang harus diketahui oleh setiap muslim yaitu konsep-konsep dasar dalam Islam (Islamic world view).

Menurut Bambang Purwanto, S.Ag. Acara semacam itu cukup bagus, peserta diskusi kelompok sangat antusias, hanya saja pada waktu closing masih terlihat malu-malu. “…perlu dibiasakan lagi untuk berlatih berfikir ilmiah, mengungkapkan pikiran dan bisa menyampaikan pendapatnya secara verbal dalam forum besar”. Imbuh Bambang.

Tanpa cahaya, sebuah renungan malam disampaikan oleh Ustadz Naufal Tsafiq dengan pembawaanya yang tenang dan damai, membuat air mata para peserta berjatuhan, begitu tersentuh dalam hati, penuh sesak, dan yang membuat para peserta tiba-tiba berkeinginan untuk bertemu orangtua mereka.

Disusul pagi harinya kegiatan Rihlah ke curug Bonosari, Sempor. Perjalanan yang cukup jauh menuju curug membuat ghiroh peserta semakin menggelora dalam memperjuangkan misi dakwahnya. Membangun mentalitas dan ruhiyah yang berkarakter Islami melalui tafakkur alam.

Kembali pada alam adalah pilihan yang tepat untuk menyadarkan, bahwa diri ini sungguh teramat kecil dibandingkan semua kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Melihat alam yang diciptakan dengan begitu seimbang dan sempurna, mengembalikan kesadaran kita bahwa sejatinya kita adalah makhluk yang menghamba penuh kepada-Nya, pemilik apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari Dauroh Remaja Islam ini, seperti yang disampaikan Lukman Rahmat Aziz salah satu peserta Dauroh ketika dijumpai NurfalNews menyatakan bahwa kegiatan tersebut sangat berkesan bagi saya, Karena kita pelaku dauroh juga menjadi salah satu faktor yang akan membuat seseorang kader tetap bertahan dalam keistiqomahan bersama.

Aziz nenambahkan dari kegiatan tersebut maka bertambahlah persaudaraan, wawasan dan ilmu pengetahuan tentang keislaman. “karena sebagai remaja Islam kita dituntut untuk bisa berkontribusi lebih kepada sesama dan menjadikan hidup lebih bermakna” tegas aziz

Peserta lain Alfida Kamila Rosyda menyampaikan sebelumnya sudah pernah mengikuti acara yang sama (dauroh), namun ini lebih menarik, menambah wawasan keilmuan dan lebih berani menyampaikan gagasan dalam sesi berdikusi yang difasilitasi oleh panitia.

“…..Semoga selepas kegiatan tersebut saya bisa mengajak kebaikan kepada teman-teman dan bisa berbagi ilmu khususnya di desa saya”, “keren deh pokoknya, semoga di lain kesempatan bisa diadakan acara seperti ini lagi…” harap Fida. (SaifudinMDG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here