SEKILAS INFO
  • 4 bulan yang lalu / Kepada seluruh Remaja/i di Wilayah RW I dan RW II, mohon kehadirannya besok pada hari Sabtu, 16 Maret 2019 dalam acara Mabil sekaligus Pelantikan Pengurus Risma baru..
WAKTU :

Peradaban Islam : Wajah Islam yang Membumi

Terbit 14 March 2019 | Oleh : admin | Kategori : KEDUNGPUJI NEWS / NEWS UPDATE / SOSIAL BUDAYA
Peradaban Islam : Wajah Islam yang Membumi

“…..Islam bukan hanya konsep yang utopia atau angan-angan di atas kertas belaka. Tetapi, Islam adalah konsep-konsep praktis yang bisa dan telah terlaksana dalam kehidupan. Islam kini bukan hanya menjadi nama satu agama, tetapi Islam juga telah diakui sebagai nama agama dan nama peradaban sekaligus. Bahkan, peradaban Islam merupakan peradaban yang unik karena dibangun di atas landasan ajaran dan pemikiran Islam.”

Itulah yang dinyatakan oleh Adian Husaini (“Mengapa kita Muslim?” dalam 10 Kuliah Agama Islam, 2016). Menurut salah satu murid M. Naquib Al-Attas tersebut bahwa di antara alasan mengapa harus bersyukur dan bangga sebagai Muslim adalah Islam telah terbukti mampu menjelma sebagai peradaban yang agung dalam sejarah. Disinilah bisa dipahami bahwa peradaban Islam merupakan wajah Islam yang membumi.

Tentang pengertian peradaban Islam itu sendiri terdapat catatan menarik dari M. Abdul Karim. Menurut Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut (Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, 2009) bahwa peradaban Islam adalah bagian-bagian dari kebudayaan Islam yang meliputi berbagai aspek seperti moral, kesenian, dan ilmu pengetahuan serta meliputi juga kebudayaan yang memiliki sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan, dan ilmu pengetahuan, serta meliputi juga kebudayaan yang memiliki sistem teknologi, seni bangunan , seni rupa, sistem kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang luas. Pendeknya peradaban Islam adalah bagian dari kebudayaan Islam yang bertujuan memudahkan dan menyejahterakan hidup di dunia dan akhirat.

Kajian terhadap peradaban Islam telah banyak dilakukan oleh para ahli. Salah satu di antaranya adalah kajian dari salah seorang Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut. Menurutnya secara sistematik peradaban Islam Islam dapat dikaji sejak Periode Rasulullah (610-632 M), Periode Al-Khulafa Al-Rasyidun (632-661 M), Dinasti Umayah (661-750 M), Kekhalifahan Abbasiyah (750-1258), Islam di Afrika, Islam di Andalusia (711-1492 M), Islam di Anak Benua India, Islam pada Masa Transisi, Tiga Kerajaan Besar Islam, Perkembangan Islam di Indonesia, dan Islam Masa Modern: Abad XVIII-XX M.

Menurut Adian Husaini (10 Kuliah Agama Islam, 2016) bahwa keagungan peradaban Islam telah banyak ditulis. bahkan oleh sejarawan Barat sendiri seperti sejarawan Irlandia, Tim Wallace-Murphy melalui bukunya “What Islam Did For Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization.” Dari buku tersebut menurut Adian Husaini dapat diketahui bahwa Barat dapat menguasai ilmu pengetahuan modern seperti sekarang ini, karena mereka berhasil mentransfer dan mengembangkan sains dari para ilmuwan Muslim. Mereka tidak langsung mengambil sains itu dari tradisi Yunani.

Dengan demikian semoga generasi kita dapat lebih yakin dan percaya diri sebagai bagian dari kaum Muslimin yang hidup di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekaligus berusaha dengan sungguh-sungguh mewujudkan peradaban Islam di era sekarang. Allahu al-Mustaan.

Penulis : Bambang Purwanto, S.Ag. 

SebelumnyaSusunan Organisasi RISMA Nurul Falaah Periode 2019 s.d. 2021 SesudahnyaAyo Berproses Menjadi Pemimpin : Ajakan untuk Kaum Muda 

Berita Lainnya

0 Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.