SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Saturday, 18 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:20
SUBUH 04:34
DZUHUR 11:44
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:35
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : EKONOMI / NEWS / NEWS UPDATE / SOSIAL BUDAYA
Komentar : 0 komentar

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Sebetulnya agak sulit untuk mengidentifikasi tentang kemiskinan di desa, karena berbeda ukuran/paramater akan berbeda juga keputusannya.

Adakalanya orang dikampung itu tidak merasa miskin karena kesederhanaannya tapi dengan parameter tertentu mereka termasuk dalam kategori sangat miskin, apalagi ketika dibawa pada ukuran pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan dengan standar nasional atau bahkan global maka masyarakat desa bisa disebut berada dibawah garis kemiskinan.

Sebagian orang memahami istilah kemiskinan ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Apapun sebab terjadinya kemiskinan maka sudah menjadi kewajiban konstitusi yaitu pemerintah atau negara berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan umum.

Kemiskinan tidak hanya terdapat di desa, namun juga terjadi di perkotaan. Kemiskinan di desa terutama disebabkan oleh faktor-faktor antara lain :

  1. Kondisi ini muncul karena kurangnya lapangan kerja, rendahnya harga produk yang dihasilkan mereka, rendahnya kwalitas sumber daya manusia dan tingginya biaya pendidikan,
  2. Keterkucilan, jauhnya domisili penduduk dengan pasar, sulitnya transportasi, serta ketiadaan akses terhadap kredit menyebabkan mereka terkucil dan menjadi miskin,
  3. Kemiskinan materi, kondisi ini diakibatkan kurangnya modal, dan minimnya lahan pertanian yang dimiliki menyebabkan penghasilan mereka relatif rendah,
  4. Kerentanan, pekerjaan musiman, dan bencana alam, tingginya biaya hidup membuat mereka menjadi rentan dan miskin,
  5. Sikap, sikap yang menerima apa adanya dan kurang termotivasi untuk bekerja keras membuat mereka menjadi miskin.
  6. Kebijakan yang salah, kebijakan pemerintah yang salah yang tidak berpihak kepada orang miskin dapat mengakibatkan kemiskinan, yang sering disebut kemiskinan struktural. Contohnya kemudahan untuk mendapatkan kredit pada perbankan lebih diberikan kepada masyarakat yang perekonomiannya sudah berjalan, bukan untuk orang miskin.

Solusi

Dari beberapa penyebab kemiskinan di atas maka penulis berpendapat untuk menanggulangi kemiskinan di desa maka ada hal-hal yang perlu dilakukan, yaitu:

  1. Menciptakan lapangan kerja
  2. Meningkatkan kualitas SDM
  3. Membuka dan mendekatkan akses untuk lokasi yang terpencil
  4. Kemudahan permodalan
  5. Motivasi
  6. Kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat miskin

Dalam rangka memberikan solusi kemiskinan di desa kita berharap turunnya alokasi dana desa per desa minimal satu milyar rupiah yang ditetapkan pada Undang-Undang Desa akan segera terealisir, sehingga tinggal bagaimana desa mengelola dana tersebut untuk memberdayakan masyarakat desa, mengurangi jumlah kemiskinan di desanya.

Ekonomi Kreatif

Disamping solusi yang telah disebutkan diatas, salah satu hal strategis yang bisa diharapkan, sejalan dengan meningkatnya sumber daya manusia (Human Capital Stock) di pedesaan adalah munculnya ide-ide ekonomi Kreatif/ Inovatif seperti yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu.

Di Kedungpuji seperti munculnya industri adoptif yang di lakukan oleh Mas Ponirin (Rt 02 Rw II) dengan membawa industri Kaos Kaki ke desa yang bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain, juga munculnya industri kuliner rumah makan Siang Malam.

Sejak lama penulis berharap munculnya ekonomi kreatif yang bisa tumbuh di desa Kedungpuji, dengan pemanfaatan tanah-tanah bondo deso untuk dipakai menumbuhkan munculnya ide-ide ekonomi kreatif, yaitu sejak dari munculnya usaha Mie Ayam & Bakso oleh Pak Kabul Soponyono, ‘Enthak.

Ekonomi kreatif yang perlu diberdayakan di pedesaan antara lain adalah pada sektor pengelolaan hasil pertanian atau agro industri dan kerajinan. Tidak menariknya sektor pertanian dan kerajinan bagi generasi muda disebabkan tidak menjanjikan pada sisi keuntungan (margin).

Oleh karena itu apabila ada terobosan ekonomi kreatif pada sektor pertanian ini maka akan meningkatkan produk-produk pertanian, yang selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraan petani. Contohnya pengemasan produk beras organik, dengan kemasan-kemasan khusus maka harga beras organik akan meningkat.

Pada hal-hal tersebut diatas sangat dibutuhkan peran pemerintah secara berkelanjutan, karena bila tak dibina secara konstruktif maka secara umum masyarakat akan memilih sikap yang lebih mudah yaitu menjadi urban dan itulah keadaan kita selama ini. ***

Penulis : Ustadz Abu Farah Al Badri

SebelumnyaKebanggaan Urban dan Budaya Mudik SesudahnyaMELATIH ANAK AGAR MANDIRI
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.