SHARE

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Sebetulnya agak sulit untuk mengidentifikasi tentang kemiskinan di desa, karena berbeda ukuran/paramater akan berbeda juga keputusannya.

Adakalanya orang dikampung itu tidak merasa miskin karena kesederhanaannya tapi dengan parameter tertentu mereka termasuk dalam kategori sangat miskin, apalagi ketika dibawa pada ukuran pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan dengan standar nasional atau bahkan global maka masyarakat desa bisa disebut berada dibawah garis kemiskinan.

Sebagian orang memahami istilah kemiskinan ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Apapun sebab terjadinya kemiskinan maka sudah menjadi kewajiban konstitusi yaitu pemerintah atau negara berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan umum.

Kemiskinan tidak hanya terdapat di desa, namun juga terjadi di perkotaan. Kemiskinan di desa terutama disebabkan oleh faktor-faktor antara lain :

  1. Kondisi ini muncul karena kurangnya lapangan kerja, rendahnya harga produk yang dihasilkan mereka, rendahnya kwalitas sumber daya manusia dan tingginya biaya pendidikan,
  2. Keterkucilan, jauhnya domisili penduduk dengan pasar, sulitnya transportasi, serta ketiadaan akses terhadap kredit menyebabkan mereka terkucil dan menjadi miskin,
  3. Kemiskinan materi, kondisi ini diakibatkan kurangnya modal, dan minimnya lahan pertanian yang dimiliki menyebabkan penghasilan mereka relatif rendah,
  4. Kerentanan, pekerjaan musiman, dan bencana alam, tingginya biaya hidup membuat mereka menjadi rentan dan miskin,
  5. Sikap, sikap yang menerima apa adanya dan kurang termotivasi untuk bekerja keras membuat mereka menjadi miskin.
  6. Kebijakan yang salah, kebijakan pemerintah yang salah yang tidak berpihak kepada orang miskin dapat mengakibatkan kemiskinan, yang sering disebut kemiskinan struktural. Contohnya kemudahan untuk mendapatkan kredit pada perbankan lebih diberikan kepada masyarakat yang perekonomiannya sudah berjalan, bukan untuk orang miskin.

Solusi

Dari beberapa penyebab kemiskinan di atas maka penulis berpendapat untuk menanggulangi kemiskinan di desa maka ada hal-hal yang perlu dilakukan, yaitu:

  1. Menciptakan lapangan kerja
  2. Meningkatkan kualitas SDM
  3. Membuka dan mendekatkan akses untuk lokasi yang terpencil
  4. Kemudahan permodalan
  5. Motivasi
  6. Kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat miskin

Dalam rangka memberikan solusi kemiskinan di desa kita berharap turunnya alokasi dana desa per desa minimal satu milyar rupiah yang ditetapkan pada Undang-Undang Desa akan segera terealisir, sehingga tinggal bagaimana desa mengelola dana tersebut untuk memberdayakan masyarakat desa, mengurangi jumlah kemiskinan di desanya.

Ekonomi Kreatif

Disamping solusi yang telah disebutkan diatas, salah satu hal strategis yang bisa diharapkan, sejalan dengan meningkatnya sumber daya manusia (Human Capital Stock) di pedesaan adalah munculnya ide-ide ekonomi Kreatif/ Inovatif seperti yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu.

Di Kedungpuji seperti munculnya industri adoptif yang di lakukan oleh Mas Ponirin (Rt 02 Rw II) dengan membawa industri Kaos Kaki ke desa yang bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain, juga munculnya industri kuliner rumah makan Siang Malam.

Sejak lama penulis berharap munculnya ekonomi kreatif yang bisa tumbuh di desa Kedungpuji, dengan pemanfaatan tanah-tanah bondo deso untuk dipakai menumbuhkan munculnya ide-ide ekonomi kreatif, yaitu sejak dari munculnya usaha Mie Ayam & Bakso oleh Pak Kabul Soponyono, ‘Enthak.

Ekonomi kreatif yang perlu diberdayakan di pedesaan antara lain adalah pada sektor pengelolaan hasil pertanian atau agro industri dan kerajinan. Tidak menariknya sektor pertanian dan kerajinan bagi generasi muda disebabkan tidak menjanjikan pada sisi keuntungan (margin).

Oleh karena itu apabila ada terobosan ekonomi kreatif pada sektor pertanian ini maka akan meningkatkan produk-produk pertanian, yang selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraan petani. Contohnya pengemasan produk beras organik, dengan kemasan-kemasan khusus maka harga beras organik akan meningkat.

Pada hal-hal tersebut diatas sangat dibutuhkan peran pemerintah secara berkelanjutan, karena bila tak dibina secara konstruktif maka secara umum masyarakat akan memilih sikap yang lebih mudah yaitu menjadi urban dan itulah keadaan kita selama ini. ***

Penulis : Ustadz Abu Farah Al Badri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here