SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Saturday, 18 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:20
SUBUH 04:34
DZUHUR 11:44
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:35
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : NEWS / NEWS UPDATE / SOSIAL BUDAYA
Komentar : 0 komentar

GOMBONG (NurfalNews) – Bulan Ramadhan telah tiba, itu tandanya warga desa Kedungpuji dan sekitarnya kembali menyibukkan diri dengan hiruk-pikuk “Pasar Sore Ramadhan Masjid Nurul Falaah”.

Pasar musiman yang menjadi salah satu icon masyarakat Kedungpuji selama Bulan Ramadhan tersebut digelar di sepanjang jalan Masjid Nurul Falaah sampai gapura Balai Desa Kedungpuji.

Sebanyak 25 stand penjual aneka menu makanan khas Bulan Ramadhan memenuhi area pasar sore sepanjang kurang lebih 500 m tersebut. Sebagai pionir pasar Ramadhan di Desa Kedungpuji (sejak 2010 atau sudah ke 6 kalinya dalam Edisi Ramadhan Bergema Masjid Nurul Falaah).

Pasar Sore Ramadhan Masjid Nurul Falaah telah menginspirasi hadirnya beberapa pedagang dari luar desa Kedungpuji, seperti pedagang Es berkendara, Pedagang Bakso, Pedagang Mie Ayam dll, yang akhirnya di daftar seketika oleh panitia Pasora.

Kordinator Pasar Sore Ramadhan Mei Sardhiyanti, menyampaikan “Geliat Pasar Sore Ramadhan kali ini dimulai sejak pukul 15.30 WIB sampai dengan waktu Adzan Maghrib berkumandang.

Disampaikan bahwa pada hari pertama ini pedagang masih sedikit, kemungkinan ini hari pertama ramadhan. Akan tetapi sudah banyak sekali para pengunjung yang berdatangan di lokasi kegiatan. Data pedagang yang sudah masuk (konfirmasi panitia) sudah banyak, namun para pedagang akan berjualan dihari kedua saja dimulai senin.

Beragam menu makanan yang disajikan antara lain kolak, kelapa Muda, sate ayam, lotek, tahu masak, gorengan, Kacang, bakso, mie ayam, aneka minuman, dan aneka jajanan pasar lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan dalam Agenda Ramadhan Bergema Edisi #6 mulai tanggal 6 Juni s.d. 5 Juli 2016. imbul Mei.

Melihat para pedagang sangat antusias menawarkan aneka menu dagangannya dengan logat jawa yang khas. “Monggo Mas/ Mbak (Monggo=Silakan)”…  menjadi kata sapaan yang Anda dapati ketika mengunjungi stand para pedagang. Bahkan para pedagang yang didominasi para ibu-ibu rumah tangga tidak segan-segan untuk “mempresentasikan” menu makanan olahannya secara detail.

Salah satu menu yang menjadi andalan Pasar Sore Ramadhan tersebut adalah kolak. Sebagai kuliner asli kreasi warga kedungpuji, kolak banyak diburu dan dijadikan buah tangan sepulangnya dari pasar sore tersebut.

Beberapa warga beranggapan jika belum membeli atau menikmati kolak, maka belum lengkap rasanya dikatakan berkunjung ke Pasar Sore Ramadhan Masjid Nurul Falaah. Kolak dapat dibeli dengan harga berkisar Rp. 1.000,- s.d. Rp.3.000,-/ bungkusnya.

Sementara untuk makanan khas lainnya juga tidak kalah enaknya dan dijamin tidak akan menguras isi kantong, karena dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

Menurut penuturan Pak Sabar (Rt. 06 Rw. 02), yang menjadi pedagang yang akan berjualan pada hari senin besok setelah ditanya mengungkapkan “suasana tempat Pasora tahun ini lebih meriah dibandingkan dengan tahun lalu khususnya data pedagang yang sudah masuk ke panitia dan pengunjung hari ini” sehingga menambah antusiasme masyarakat kedungpuji untuk ngabuburit dan membeli beragam makanan khas untuk menu berbuka puasa.

Dijelaskan lagi bahwa penyelenggaraan Pasar Sore Ramadhan Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji dari Edisi ke Edisi mengalami perubahan yang lebih baik. Salah seorang pedagang berujar jika saat ini lokasi berjualan lebih tertata rapi dengan dilengkapi tenda dan nomor stand dan kita membayar biaya dengan sewa Rp. 120.000,00 selama sebulan, para pedagang tidak lagi kerepotan untuk membuat tenda sendiri.

Gema Pasar Sore Ramadhan Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji tidak hanya dirasakan warga Kedungpuji saja, beberapa penjual juga datang dari wilayah sekitarnya seperti Panjangsari, Grenggeng, Wero, dll.

Sementara untuk para pembeli yang hadir juga tidak hanya didominasi warga Kedungpuji semata, banyak diantaranya berasal dari luar wilayah Desa Kedungpuji karena tempatnya yang strategis di dekat jalan Yos Sudarso Timur. Jadi, bagi Anda yang ingin menikmati beragam menu makanan tradisional dengan nuansa khas Ramadhan, silakan mengunjungi Pasar Sore Ramadhan Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji.

Acara Kajian dan Buka Bersama RISMA Masjid Nurul Falaah 

IMG_20140629_171259
Di waktu yang bersamaan, di serambi Masjid Nurul Falaah juga sedang diadakan acara Buka Bersama khusus untuk Risma (Remaja Islam Masjid) sesuai dengan time schedule Amaliyah Ramadhan Tahun 1437 H yaitu Kajian dan Buka Bersama RISMA setiap Ahad sore dan kamis sore.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para remaja putra dan putri anggota Risma Nurul Falaah. Pada acara kajian dan buka bersama kali ini yang menjadi nara sumber beliau ustadz Bambang Purwanto, S.Ag.

Dalam kajiannya, beliau mengangkat tema “Islam sebagai sistem akhlak” yang diharapkan para peserta kajian nantinya dapat memetik hikmah dan dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan.

Kesimpulan kajian Islam sebagai system akhlak pada sore kali ini ada dua kesimpulan diantaranya “melepaskan diri dari sifat-sifat yang jelek dan menghiasi diri dengan sifat-sifat utama / sifat yang baik”. Pungkas Ustadz Bambang. (SaifudinMDG)

SebelumnyaAntusias Ribuan Muslim Ikuti Pawai Ta'aruf Menyambut Bulan Ramadhan SesudahnyaPeringatan Nuzulul Qur’an Masjid Nurul Falaah sekaligus Lounching Gerakan Wakaf Buku Perpustakaan Masjid.
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.