SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Sunday, 22 07 2018 July 2018 >

IMSYAK 04:21
SUBUH 04:35
DZUHUR 11:45
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:36
ISYA 18:50
Diterbitkan :
Kategori : NEWS / NEWS UPDATE
Komentar : 0 komentar

Oleh: Bambang Purwanto

Pada setiap Bulan Suci Ramadhan ada momentum yang selalu diperingati oleh umat Islam. Yakni peringatan Nuzulul Qur’an setiap tanggal 17 Ramadhan. Sehingga Bulan Ramadhan disebut juga sebagai “Syahru Al-Qur’an”. Karena pada bulan tersebut diturunkanlah untuk pertama kali 5 ayat Al-Qur’an yang isinya antara lain tentang perintah membaca. Sejak itulah dimulai budaya literasi hingga terbentuknya Madinah di Yatsrib pada zaman Rasulullah saw. Disinilah bisa dipahami bahwa peradaban itu dibangun melalui budaya literasi.

Jika ayat-ayat yang turun pertama tersebut direnungkan maka bisa dipahami bahwa manusia itu adalah makhluk pembelajar. Artinya manusia diciptakan oleh Allah dengan kekuatan akalnya bisa menerima pelajaran dari Tuhannya. Tentu membutuhkan proses panjang dalam kegiatan belajar dan mengajar itu. Dalam sejarah pendidikan Islam seperti yang dikatakan oleh Akram Dhiyauddin Umari (Masyarakat Madani: Tinjauan Historis Kehidupan Zaman Nabi, 1999) bahwa kegiatan tersebut dimulai dari masjid dibuktikan dengan adanya Ahlus Shuffah ketika Rasulullah saw masih hidup. Hingga kaum Muslimin mengenal madrasah dan universitas.

Disamping itu juga bisa dipahami tentang konsep ilmu terpadu. Karena pada ayat pertama dari Surat Al-Alaq itu berisi perintah membaca dengan atas nama Allah. Artinya ilmu yang dipahami dan dikembangkan oleh umat Islam tidak terpisah dari iman dan amal. Berbeda dengan ilmu yang dipahami dan dikembangkan oleh Barat yang telah distirilkan dari intervensi Tuhan sehingga penerapannya menjadikan petaka dunia. Disinilah menurut Budi Handriyanto (Islamisasi Sains, 2010) betapa strategiknya usulan M. Naquib Al-Attas tentang Islamisai Ilmu.

Menurut Adian Husaini (Mewujudkan Indonesia Yang Adil dan Beradab. 2015) dengan konsep ilmu terpadu itu akan dihasilkan manusia yang beradab. Yaitu manusia yang dapat bersikap kepada Alloh, Rasul-Nya, dirinya sendiri dan kepada lingkungannya secara tepat. Manusia dengan kualitas diri seperti inilah sebetulnya yang dikehendaki oleh para pendiri negara seperti dalam dasar negara “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Semoga peringatan Nuzulul Qur’an pada Ramadhan tahun ini bisa memotivasi dan menginspirasi kita untuk terus mengembangkan budaya literasi bagi terwujudnya peradaban yang adiluhung. Allohu Al-Musta’an.

SebelumnyaTRAINING LEADERSHIP UNTUK REMAJA DESA KEDUNGPUJI SesudahnyaPENGAJIAN NUZULUL QUR'AN DAN BAKSOS DI MASJID NURUL FALAH
Budaya Silaturahmi : Tautkan Hati Lintas Generasi Budaya Silaturahmi : Tautkan Hati Lintas Generasi
Salah satu yang khas dari umat Islam bangsa Indonesia adalah budaya silaturahmi. Karena dilakukan dalam rangkaian perayaan Idul Fitri. Buktinya antara lain adalah saling mengunjungi di antara saudara. teman dan...
Jamaah Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Galang Dana Peduli Palestina Jamaah Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Galang Dana Peduli Palestina
KEBUMEN (kebumenekspres.com) – Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong peduli dengan kondisi Umat Muslim di Negeri Syam. Muslim satu dengan muslim yang lain merupakan saudara, dengan demikian penderitaan Umat...
Warga Berburu Takjil di Pasora Desa Kedungpuji Warga Berburu Takjil di Pasora Desa Kedungpuji
KEBUMEN (kebumenekspres.com) – Masjid Nurul Falaah yang berada di Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong memiliki tradisi tersendiri saat bulan ramadan. Selama sebulan penuh, masjid tersebut menggelar program Pasar Sore Ramadhan (Pasora)....
Berdayakan Ekonomi Umat, Takmir Masjid Nurul Falah Gelar Pasar Sore Ramadan Berdayakan Ekonomi Umat, Takmir Masjid Nurul Falah Gelar Pasar Sore Ramadan
Gombong, (kebumen.sorot.co) –┬áDalam rangka mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban islam, Takmir Masjid Nurul Falaah, Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong menggelar Pasar Sore Ramadan (Pasora). Pasora tersebut merupakan salah satu program tahunan...
Saatnya Melanjutkan Warisan Islam : Sebuah Renungan Saatnya Melanjutkan Warisan Islam : Sebuah Renungan
Catatan kritis Adian Husaini pantas direnungkan. Terlebih dalam kaitan dengan momentum peringatan Dekrit Presiden yang ke-58 pada tanggal 5 Juli 2017. Telah dinyatakan oleh salah seorang Cendekiawan Muslim dari Universitas...
Saatnya Dakwah Ekonomi Dilaksanakan Saatnya Dakwah Ekonomi Dilaksanakan
GOMBONG (NurfalNews) – Mayoritas masyarakat masih cenderung memaknai agama hanya sebagai urusan ukhrowi (akherat) semata. Padahal ajaran dalam agama sebenarnya telah lengkap untuk mengatur semua sendi kehidupan. Untuk itu untuk...


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.