SHARE

Oleh: Bambang Purwanto

Pada setiap Bulan Suci Ramadhan ada momentum yang selalu diperingati oleh umat Islam. Yakni peringatan Nuzulul Qur’an setiap tanggal 17 Ramadhan. Sehingga Bulan Ramadhan disebut juga sebagai “Syahru Al-Qur’an”. Karena pada bulan tersebut diturunkanlah untuk pertama kali 5 ayat Al-Qur’an yang isinya antara lain tentang perintah membaca. Sejak itulah dimulai budaya literasi hingga terbentuknya Madinah di Yatsrib pada zaman Rasulullah saw. Disinilah bisa dipahami bahwa peradaban itu dibangun melalui budaya literasi.

Jika ayat-ayat yang turun pertama tersebut direnungkan maka bisa dipahami bahwa manusia itu adalah makhluk pembelajar. Artinya manusia diciptakan oleh Allah dengan kekuatan akalnya bisa menerima pelajaran dari Tuhannya. Tentu membutuhkan proses panjang dalam kegiatan belajar dan mengajar itu. Dalam sejarah pendidikan Islam seperti yang dikatakan oleh Akram Dhiyauddin Umari (Masyarakat Madani: Tinjauan Historis Kehidupan Zaman Nabi, 1999) bahwa kegiatan tersebut dimulai dari masjid dibuktikan dengan adanya Ahlus Shuffah ketika Rasulullah saw masih hidup. Hingga kaum Muslimin mengenal madrasah dan universitas.

Disamping itu juga bisa dipahami tentang konsep ilmu terpadu. Karena pada ayat pertama dari Surat Al-Alaq itu berisi perintah membaca dengan atas nama Allah. Artinya ilmu yang dipahami dan dikembangkan oleh umat Islam tidak terpisah dari iman dan amal. Berbeda dengan ilmu yang dipahami dan dikembangkan oleh Barat yang telah distirilkan dari intervensi Tuhan sehingga penerapannya menjadikan petaka dunia. Disinilah menurut Budi Handriyanto (Islamisasi Sains, 2010) betapa strategiknya usulan M. Naquib Al-Attas tentang Islamisai Ilmu.

Menurut Adian Husaini (Mewujudkan Indonesia Yang Adil dan Beradab. 2015) dengan konsep ilmu terpadu itu akan dihasilkan manusia yang beradab. Yaitu manusia yang dapat bersikap kepada Alloh, Rasul-Nya, dirinya sendiri dan kepada lingkungannya secara tepat. Manusia dengan kualitas diri seperti inilah sebetulnya yang dikehendaki oleh para pendiri negara seperti dalam dasar negara “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Semoga peringatan Nuzulul Qur’an pada Ramadhan tahun ini bisa memotivasi dan menginspirasi kita untuk terus mengembangkan budaya literasi bagi terwujudnya peradaban yang adiluhung. Allohu Al-Musta’an.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here