SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 15 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:19
SUBUH 04:33
DZUHUR 11:43
ASHAR 15:04
MAGHRIB 17:34
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : KAJIAN / PENDIDIKAN
Komentar : 0 komentar

Mandiri dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJS Poerwadarminta adalah berdiri sendiri. Di sini penulis mengartikan anak yang mandiri adalah anak yang tidak manja, bisa melakukan aktifitas untuk kepentingan diri mereka sendiri sesuai tingkatan umur, seperti makan tanpa disuapi, mencuci baju, membersihkan rumah, ibadah tanpa disuruh, belajar tanpa disuruh, membantu orang tua, dan peduli lingkungan sekitar.

Semua orang tua menginginkan anaknya bisa mandiri, dari mulai ketika kecil bisa mengurus dirinya untuk hal-hal yang mereka bisa lakukan sendiri, ketika menanjak remaja mulai mampu memikirkan apa kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan secara skala prioritas, apalagi setelah mereka memasuki usia dewasa bahkan harus dipaksa agar bisa hidup secara mandiri, orangtua hanya mengarahkan hanya sebagai konsultan kehidupan mereka, karena mereka segera jadi manusia yang harus mengurus segala kebutuhan dan problem hidupnya.

Bagaimana bisa menjadikan / melatih agar anak bisa hidup secara mandiri, jelas tidak bisa instan/tiba-tiba bisa mandiri, pasti dengan waktu yang lama karena ini menyangkut masalah perilaku/behavior. Anak yang sudah terdidik mandiri maka dengan mudah tanpa beban mampu mengurus kebutuhannya. Semua itu bisa dilatih dan diusahakan oleh orang tuanya, antara lain dengan cara :

  1. Semenjak kecil jangan dibiasakan anak selalu dibantu terus menerus dalam melakukan aktifitasnya, berikan arahan jika dia mengalami kesulitan.
  2. Libatkan anak dalam aktifitas orang tua di rumah maupun aktifitas orang tua di luar rumah. Aktifitas di rumah misalkan mencuci, memasak, nyetrika, membersihkan rumah. Aktifitas orang tua di luar rumah meliputi kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan, dan aktifitas bisnis. Ada kesalahan yang sering tidak disadari orang tua yang berdampak anak tidak mandiri yaitu menyerahkan semua kegiatan rumah kepada pembantu rumah tangga, dengan pertimbangan orang tua sibuk yang penting kepentingan di rumah beres, dan anaknya tidak rewel. Tapi kalau anaknya besar dituntut pengertian dan trampil, sementara sejak kecil tidak dilibatkan. Mestinya walaupun ada pembantu, orang tua dan anak harus terlibat dalam aktifitas di rumah.
  3. Dialog

Adakan waktu-waktu tertentu untuk bisa dialog santai dengan anak, ajaklah anak dialog terkait masalah kehidupan sehari-hari yang sedang dihadapi. Jadikan orang tuanya adalah orang yang terdekat dan orang yang paling dipercaya dalam kehidupan anaknya. Jangan sampai justru anak akrabnya/curhatnya dengan orang lain. Kalau kebetulan orang yang diajak curhat kurang baik maka akan menjadi masalah, karena curhat biasanya menyangkut prifasi pribadi dan keluarga.

  1. Berikan Contoh

Contoh ini penting karena manusia juga mempunyai insting untuk meniru baik dalam hal baik maupun hal yang buruk. Maka contoh atau tauladan yang baik mutlak diperlukan untuk anak. Orang tua jangan memberi contoh yang tidak baik, dan jangan sampai orang tua jarkoni / ngajari ra nglakoni. Karena orang yang mengatakan tapi dia sendiri tidak melakukan maka hal ini termasuk perkara yang dibenci oleh Allah (QS Ash Shaf ayat 2-3)

  1. Berikan kepercayaan

Pemberian kepercayaan disini anak kita latih untuk diberi tugas atau amanah yang sesuai kemampuan anak agar dikerjakan / diselesaikan sendiri. Beri anak kesempatan, kepercayaan, dan orang tua harus yakin kalau anaknya mampu.

  1. Pembiasaan

Tanpa dilakukan secara terus menerus maka segala perbuatan baik tak akan langgeng. Perbuatan baik atau buruk bila dilakukan secara terus menerus akan menjadi kebiasaan, selanjutnya menjadi akhlaq. Karena sesungguhnya yang dimaksud dengan akhlaq adalah, perbuatan yang dilakukan tanpa berfikir lagi.

  1. Beri hadiah

Orang tua pasti selalu memberikan sesuatu kepada anak-anaknya. Hal ini akan menjadi bagian dari pendidikan bila pemberian tersebut dijadikan sebagai hadiah atas perbuatan baik yang telah dilakukan anaknya, bukankah Allah sendiri memberikan pahala dan anugerahNya kepada siapa yang berbuat baik? Jangan sampai orang tua senantiasa memberikan sanksi / hukuman bila anaknya melakukan kekeliruan tapi tidak pernah memberikan penghargaan / hadiah bila anaknya melakukan perbuatan baik.

Hidup mandiri bukanlah hanya memberi keuntungan pada kebutuhan ekonomis, tapi lebih dari itu mandiri terkait dengan sikap mental yang tidak mudah tergantung kepada pihak lain termasuk dalam ideologi, itulah yang dinamakan istiqomah. Istiqomah adalah mandiri dalam masalah keimanan atau keyakinan yang tidak mudah di intervensi dan dipengaruhi karena ia sudah mempunyai prinsip yang telah ia mantapkan dalam kurun waktu yang lama, dasar pemikiran dan alasannya juga sudah ia punyai, maka ia tidak akan gampang dipengaruhi dari pihak tertentu apalagi yang datang secara sepintas saja.

Sikap mandiri juga modal utama menjadi orang yang bisa hidup merdeka tak mudah untuk dijajah, karena manusia punya jiwa survival (pertahanan) maka jiwa mandiri itu akan berkembang menjadi sikap mental yang mudah untuk maju. Bangsa yang maju jelas adalah bangsa yang punya sikap mandiri dan merdeka. Iman Syafi`i berkata : jiwaku jiwa merdeka yang menganggap penindasan adalah suatu bentuk kekafiran. Akhiron wallohu a`lam bishshowab.

Penulis : Ummu Nata

SebelumnyaDakwah di Desa Kedungpuji Harus Ditingkatkan ! SesudahnyaISLAM PEMBANGKIT GERAKAN NASIONALISME DI INDONESIA
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih┬álama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.