SHARE

GOMBONG (NurfalNews) – Takmir Masjid dan Remaja Islam Masjid (Risma) Nurul Falaah Desa Kedungpuji yang tergabung dalam kepanitian Menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1435 H diselenggarakan di halaman Masjid Nurul Falaah Kedungpuji, Rabu (28/5/2014).

Kegiatan yang mengusung tema “Shalat merupakan pilar masyarakat yang beradab” itu, dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua LKMD, Ketua BPD, BKM, Ketua RW dan RT serta ratusan warga muslim dari Desa Kedungpuji dan sekitarnya.

Panitia menghadirkan nara sumber Ustadz Achmad Al-Fajri dari Tambak Kabupaten Banyumas. Sebelum acara peringatan Isro’ Mi’roj dimulai, Group Rebana Pengajian Ibu-Ibu pimpinan Ibu Nurjanah memberikan penampilan dengan lagu perdananya Bismillah dan Ya Badrotim. Lagu yang dinyanyikan dengan Iringan rebana  itu, menambah suasana hangat untuk menyambut para tamu undangan.

Acara inti dimulai tepat pukul 21.00 WIB. sebelum pembicara memberikan tausiyahnya terlebih dahulu diawali Tilawatil Qur’an yang dibawakan oleh Ustadz Wachid Sugiharto, S.Pd.I dari desa Panjangsari.

Pada tausiyahnya Ustadz Achmad Al-Fajri menjelaskan tentang pentingnya shalat, karena sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan yang keji dan yang mungkar.

Ustadz Achmad Al-Fajri menjelaskan bahwa point yang dapat kita petik dari pengajian ini adalah perintah wajib shalat lima waktu, Shalat merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam yang telah baliq, berakal, suci, masuk waktu, dan juga perintah wajib shalat ini diistinbatkan melalui dalil Qath’i. Shalat termasuk salah satu rukun Islam, kalau dalam sebuah pekerjaan terdapat rukun yang tidak dikerjakan, maka pekerjaan tersebut batal, begitu pula kalau shalat diabaikan maka Islamnya menjadi cacat.

Ustadz Achmad Al-Fajri menambahkan Perjalanan umat manusia akhir-akhir ini ada yang ganjil dengan perintah shalat, orang yang meninggalkan shalat menjadi hal biasa mereka lalai terhadap perintah Shalat. Berbagai alasan bagi mereka untuk mengabaikan shalat, mulai dari asyik internet-an, games, sibuk dengan pekerjaan, pakaian tidak suci dan alasan-alasan lainnya yang sering dijadikan sebagai alasan untuk tidak shalat. “….Padahal mereka mengetahui kewajiban shalat tersebut, namun enggan untuk melaksanakan.” ungkap Ustadz Achmad.

Makna dari kewajiban, lanjut ustadz, yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan, dalam kondisi apapun apabila ia meninggalkannya dengan sengaja maka ia berdosa. Bahkan orang sakit dan  musafir juga tidak luntur kewajiban Shalat. Seperti yang dijelaskan pembicara yang dinukil dalam QS. (4:103). “Inna sholata kanat alal mu’minina kitaban mauquta” sesungguhnya solat itu diwajibkan atas orang-orang mukmin dengan waktu yg telah ditentukan, sudahkah kita melaksanakan shalat tanpa harus mengqodho’ nya.

“Seberapakah sibuk kita didunia ini sehingga mungkin saja sering telat ataupun kurang tepat waktu dalam menjalankan sholat, Allah telah menentukan waktu solat bagi kaum muslim dengan segala kemungkinanya, kita tidak perlu khawatir akan terbaginya waktu kita dengan ibadah kita justru haruslah dapat menjadikan kita lebih disiplin waktu dalam pembagian menjalankan aktifitas dan juga beribadah pada Allah SWT.” Pungkas Ustadz Achmad. (SaifudinMDG)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here