SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 15 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:19
SUBUH 04:33
DZUHUR 11:43
ASHAR 15:04
MAGHRIB 17:34
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : NEWS / NEWS UPDATE / TOKOH
Komentar : 0 komentar

…… Mas Ponirin memulai usahanya sendiri di Kedungpuji Gombong sejak tahun 2002, dengan membeli mesin-mesin bekas dari Jakarta yang kemudian dia pakai untuk memproduksi kaos kaki yang dia pasarkan sendiri. Ide ini tercetus dari diri sendiri yang mempunyai bakat alam sebagai interpreneur. Mas Ponirin kita sebut mendapat anugerah dari Allah SWT karena Mas Ponirin tak mendapatkannya dari sekolah formal.

Kenapa Mas Ponirin tak mudik …, apakah karena tak punya uang…, apa karena tiketnya habis…, apakah karena tak ada kendaraan? Bukan karena itu semua, tapi karena Mas Ponirin sejak tahun 2002 tak lagi di Jakarta, Apakah Mas Ponirin sudah kerja di daerah…, atau karena apa..? ternyata karena Mas Ponirin sudah punya Pabrik Kaos Kaki sendiri di rumahnya tepatnya di desa Kedungpuji Rt. 02 Rw. 02, hebat emang hebat Mas Ponirin sekarang dah jadi Presdir (Presiden Direktur).

Semenjak tahun 2002 Mas Pinirin tak lagi ikut capek dalam kemacetan di jalan dalam arus mudik lebaran, karena ia telah mampu memindahkan pabrik dimana ia dulu kerja sekarang ia kerja sendiri membuat kaos kaki di rumah sendiri, dikelola sendiri karena memang milik sendiri. Pak Ponirin bisa memindahkan pabrik kaos kaki milik orang Jakarta ke kampung.. hebat kan …?

Bagaimana Mas Ponirin memulai usaha ini?
Mas Ponirin dulunya kerja di pabrik kaos kaki di Jakarta tahun 1998, dari memperhatikan proses pembuatan kaos kaki dalam waktu yang cukup lama, ibaratnya Mas Ponirin ini bekerja tapi pada dasarnya dia sedang sekolah, inilah universitas kehidupan yang kesarjanaannya adalah sukses dalam kehidupan ini.

Kemudian Mas Ponirin memulai usahanya sendiri di Kedungpuji Gombong sejak tahun 2002, dengan membeli mesin-mesin bekas dari Jakarta yang kemudian dia pakai untuk memproduksi kaos kaki yang dia pasarkan sendiri. Ide ini tercetus dari diri sendiri yang mempunyai bakat alam sebagai interpreneur. Mas Ponirin kita sebut mendapat anugerah dari Allah SWT karena Mas Ponirin tak mendapatkannya dari sekolah formal.

Usahanya juga penuh liku, ketika awal-awal produksi, disamping masalah permodalan dan kesulitan teknis produksi, kendala yang prinsipil, adalah memasarkan produk karena apalah arti sebuah usaha kalau bisa memproduksi tapi tak bisa memasarkan. Dengan keuletannya akhirnya bisa juga terpecahkan kendala pemasaran tersebut, dengan mengajak rekan-rekan untuk ikut memasarkan dan mencari pelanggan ke sekolah-sekolah.

Setelah lebih dari sepuluh tahun menekuni usaha ini, Mas Ponirin sudah bisa mendapatkan keuntungan yang bisa mencukupi keluarganya, lebih baik dari pada ketika dia bekerja di Jakarta. Nasehat Pak Ponirin bagi anak muda yang harus punya keinginan membangun usaha adalah :

  1. Membangun usaha harus dengan keyakinan dan keinginan sendiri jangan karena ikut-ikutan.
  2. Harus bisa konsenntrasi, fokus jangan berpaling kesana kemari, harus tekun pada usaha dan bagaimana memperlajari hal-hal tentang usahanya itu.
  3. Mampu membaca peluang dan kesempatan, jangan menyia-nyiakan waktu, disiplin jangan menunda-nunda pekerjaan.
  4. Maju terus dan jangan pernah putus asa.

Kalau mendengar nasehat Mas Ponirin rasanya membuka mata ini bahwa bangsa kita tidak maju-maju karena menyepelekan hal-hal yang disampaikan oleh Mas Ponirin tersebut, anak-anak muda kita sekarang kalau berkeringat bukan karena habis bekerja tapi habis makan…., lha bagaimana bisa maju kalau kita hanya suka makan tapi tak suka bekerja, padahal suka bekerja saja tidak langsung bisa menyongsong sukses tapi harus mencermati sebagaimana yang dinasehatkan oleh Mas Ponirin.

Terakhir Mas Ponirin menasehati, “namanya manusia sampai berapapun tak akan pernah puas maka dari itu kita harus mensyukuri anugerah yang ada, walau tetap harus terus bekerja”. Tegas Ponirin.

Mendengarkan kisah sukses Mas Ponirin itu adalah satu dari inspirasi khususnya bagi kalangan muda terpelajar bahwa jangan menetapkan diri menjadi bangsa buruh tapi bagaimana bisa memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat luas. Khairunnas Anfa’uhum Linnaas…*** (SaifudinMDG)

SebelumnyaIn Memoriam “Sang Pelantun Adzan Awal” SesudahnyaPEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BERBASIS MASJID
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.