SHARE

…… Mas Ponirin memulai usahanya sendiri di Kedungpuji Gombong sejak tahun 2002, dengan membeli mesin-mesin bekas dari Jakarta yang kemudian dia pakai untuk memproduksi kaos kaki yang dia pasarkan sendiri. Ide ini tercetus dari diri sendiri yang mempunyai bakat alam sebagai interpreneur. Mas Ponirin kita sebut mendapat anugerah dari Allah SWT karena Mas Ponirin tak mendapatkannya dari sekolah formal.

Kenapa Mas Ponirin tak mudik …, apakah karena tak punya uang…, apa karena tiketnya habis…, apakah karena tak ada kendaraan? Bukan karena itu semua, tapi karena Mas Ponirin sejak tahun 2002 tak lagi di Jakarta, Apakah Mas Ponirin sudah kerja di daerah…, atau karena apa..? ternyata karena Mas Ponirin sudah punya Pabrik Kaos Kaki sendiri di rumahnya tepatnya di desa Kedungpuji Rt. 02 Rw. 02, hebat emang hebat Mas Ponirin sekarang dah jadi Presdir (Presiden Direktur).

Semenjak tahun 2002 Mas Pinirin tak lagi ikut capek dalam kemacetan di jalan dalam arus mudik lebaran, karena ia telah mampu memindahkan pabrik dimana ia dulu kerja sekarang ia kerja sendiri membuat kaos kaki di rumah sendiri, dikelola sendiri karena memang milik sendiri. Pak Ponirin bisa memindahkan pabrik kaos kaki milik orang Jakarta ke kampung.. hebat kan …?

Bagaimana Mas Ponirin memulai usaha ini?
Mas Ponirin dulunya kerja di pabrik kaos kaki di Jakarta tahun 1998, dari memperhatikan proses pembuatan kaos kaki dalam waktu yang cukup lama, ibaratnya Mas Ponirin ini bekerja tapi pada dasarnya dia sedang sekolah, inilah universitas kehidupan yang kesarjanaannya adalah sukses dalam kehidupan ini.

Kemudian Mas Ponirin memulai usahanya sendiri di Kedungpuji Gombong sejak tahun 2002, dengan membeli mesin-mesin bekas dari Jakarta yang kemudian dia pakai untuk memproduksi kaos kaki yang dia pasarkan sendiri. Ide ini tercetus dari diri sendiri yang mempunyai bakat alam sebagai interpreneur. Mas Ponirin kita sebut mendapat anugerah dari Allah SWT karena Mas Ponirin tak mendapatkannya dari sekolah formal.

Usahanya juga penuh liku, ketika awal-awal produksi, disamping masalah permodalan dan kesulitan teknis produksi, kendala yang prinsipil, adalah memasarkan produk karena apalah arti sebuah usaha kalau bisa memproduksi tapi tak bisa memasarkan. Dengan keuletannya akhirnya bisa juga terpecahkan kendala pemasaran tersebut, dengan mengajak rekan-rekan untuk ikut memasarkan dan mencari pelanggan ke sekolah-sekolah.

Setelah lebih dari sepuluh tahun menekuni usaha ini, Mas Ponirin sudah bisa mendapatkan keuntungan yang bisa mencukupi keluarganya, lebih baik dari pada ketika dia bekerja di Jakarta. Nasehat Pak Ponirin bagi anak muda yang harus punya keinginan membangun usaha adalah :

  1. Membangun usaha harus dengan keyakinan dan keinginan sendiri jangan karena ikut-ikutan.
  2. Harus bisa konsenntrasi, fokus jangan berpaling kesana kemari, harus tekun pada usaha dan bagaimana memperlajari hal-hal tentang usahanya itu.
  3. Mampu membaca peluang dan kesempatan, jangan menyia-nyiakan waktu, disiplin jangan menunda-nunda pekerjaan.
  4. Maju terus dan jangan pernah putus asa.

Kalau mendengar nasehat Mas Ponirin rasanya membuka mata ini bahwa bangsa kita tidak maju-maju karena menyepelekan hal-hal yang disampaikan oleh Mas Ponirin tersebut, anak-anak muda kita sekarang kalau berkeringat bukan karena habis bekerja tapi habis makan…., lha bagaimana bisa maju kalau kita hanya suka makan tapi tak suka bekerja, padahal suka bekerja saja tidak langsung bisa menyongsong sukses tapi harus mencermati sebagaimana yang dinasehatkan oleh Mas Ponirin.

Terakhir Mas Ponirin menasehati, “namanya manusia sampai berapapun tak akan pernah puas maka dari itu kita harus mensyukuri anugerah yang ada, walau tetap harus terus bekerja”. Tegas Ponirin.

Mendengarkan kisah sukses Mas Ponirin itu adalah satu dari inspirasi khususnya bagi kalangan muda terpelajar bahwa jangan menetapkan diri menjadi bangsa buruh tapi bagaimana bisa memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat luas. Khairunnas Anfa’uhum Linnaas…*** (SaifudinMDG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here