SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Saturday, 18 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:20
SUBUH 04:34
DZUHUR 11:44
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:35
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : NEWS / NEWS UPDATE / SEJARAH
Komentar : 0 komentar

Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda secara terang–terangan telah melanggar persetujuan Linggarjati, dengan melancarkan ekspansinya hingga ke Gombong. TNI mengadakan perlawanan dengan tetap mematuhi perintah gencatan senjata. Pihak RI kemudian mengambil Kali Kemit sebagi garis pertahanan dalam menghadapi Agresi Militer Belanda I.

Oleh KTN (Komisi Tiga Negara) setelah melakukan perundingan yang dipimpin Panglima Divisi III Kolonel Bambang Soegeng dengan dihadiri antara lain: Letkol Koen Kamdani Komandan Resimen XX selaku Komandan COP PDKS Kebumen, Mayor Rahmat, Mayor Panoedjoe, Kapten Soebiyandono, Kapten H. Soegondo, Letnan Soeyono, Residen Banyumas, Bupati Banjarnegara, Bupati Kebumen, Kepala Polisi Gombong, dan Kepala Polisi Kebumen, Kali Kemit ditetapkan sebagai Garis Demarkasi/Garis Status Quo Artinya Kali Kemit Karanganyar Kebumen pada saat itu menjadi batas terluar wilayah Republik Indonesia, sedangkan sebelah Barat Kali Kemit adalah wilayah milik Belanda.

Demikian informasi dari berbagai sumber yang sampai ke kita, berarti Kedungpuji adalah wilayah kekuasaan Belanda paling depan yang berhadapan dengan kekuasaan kedaulatan Republik Indonesia.

Kemit selalu disebut pada setiap peringatan sejarah seakan-akan sebagai tempat heroiknya para pejuang sedangkan Kedungpuji seakan sebagai tempatnya para penghianat bangsa, karena letaknya masuk kekuasaan Pemerintah Belanda.

Padahal bagi rakyat yang loyal kepada pemerintahan Republik Indonesia khususnya di Desa Kedungpuji adalah bagaikan neraka dunia, derita kehidupan yang amat mencekam karena sulitnya mengetahui mana orang yang masih jadi teman dan mana yang sudah memihak Belanda.

Bagi wanita-wanita harus punya pakaian untuk berpenampilan seperti orang gila yang compang camping dan tubuh dengan lulur yang menjijikan agar tidak nampak cantik karena bisa disukai Anjing Nica inlander antek Belanda dan akan dibawa ke Tangsi Belanda untuk dijadikan Gundik. Bagi Kyai dan Tokoh Islam yang dianggap menghasut rakyat untuk berjuang melawan penjajah akan ditangkap dan di eksekusi tanpa pengadilan seperti Bapak Kyai Masturo dari Tretes (Sidodadi) yang konon di kubur hidup-hidup karena tak bisa ditembak mati.

Simbah kakung saya Haji Abdul Mu`in bin Haji Ahmad sempat dibawa ke markas Belanda untuk diintrograsi dan mau dibunuh tetapi dengan ijin Allah tidak jadi, simbah Haji dibawa Belanda karena ada orang yang menyampaikan kalau anak-anaknya jadi Laskar pejuang, Simbah haji bilang kalau anaknya tidak jadi Laskar tapi pergi berdagang ke daerah Jenar (Purwodadi/Purworejo) dan tak berani pulang karena ada Perang, padahal memang ketiga anaknya ikut jadi Laskar pejuang dan Simbah haji tidak berdusta karena sedang berdagang menjual diri kepada Allah sebagaimana firman Allah dalam Qur`an surat 61 Ash Shaf ayat 10-13:

  1. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
  2. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
  3. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam Jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam Jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
  4. dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Dari ketiga putra simbah Haji Abdul Mu`in yang ikut bergabung dengan Laskar satu yang gugur ditembak Belanda yang bernama Muhammad Musa, belaiu gugur di Daerah Karangjambu-Cileumeuh-Majenang karena dikhianati temannya. Dari tiga anak beliau hanya satu yang bisa pulang ke Kedungpuji, karena punya alibi kalau ia tak bergabung dengan pejuang.

Walau salah satu putra beliau sempat jadi agennya Jenderal Soedirman dari jaringan Laskar tapi tak ada yang tahu bahwa ia adalah pejuang karena sampai bisa pulang ke rumah (di Kedungpuji) juga tetap dengan status pergi untuk berdagang (surat keterangan dari Lurah Desa Jenar) maka setelah Belanda Door Stooth sampai Jogja tetap aman tidak bisa ditangkap karena punya surat keterangan bahwa ia pergi dari rumah sebagai pedagang dan bukan untuk bergabung dengan Laskar Pejuang.

Ada satu tokoh tentara RI yang menjadi idola di kalangan laskar santri di daerah sekitar status quo Kemit-Karangnyar yaitu Let. Kol. Bahron Idris, maka beberapa anak aktivis Islam diberi nama Bahron Idris, antara lain anaknya Bapak Pujo Pasar Karangnyar yang pernah kuliah di Fakultas Filsafat UGM, adik sepupu saya juga bernama Bahron yang pernah jadi Camat di Pangandaran dan masih banyak lagi anak yang diberi nama sesuai dengan tokoh pejuang idolanya itu.

Demikian sekilas Kedungpuji masa Status Quo Kemit yang selalu dikenang dalam sejarah, pada masa itu Kedungpuji dibawah kepemimpinan Bapak Samijo Suryodimejo sebagai Lurah perjuangan karena harus menyingkir ke Karanggayam. ***

Penulis : Y. Anies.

SebelumnyaSEKILAS TENTANG SEJARAH DESA KEDUNGPUJI SesudahnyaSalam-salam lebaran | Idul Fitri 1436 H
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.