SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Saturday, 18 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:20
SUBUH 04:34
DZUHUR 11:44
ASHAR 15:05
MAGHRIB 17:35
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : FORKAM / KEDUNGPUJI NEWS
Komentar : 0 komentar

GOMBONG (NurfalNews) – Sebanyak 46 peserta mengikuti Workshop Manajemen Masjid yang diselenggarakan oleh Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Al Amin Gombong di Aula Bapelkes Jateng Kecamatan Gombong, Minggu (15/5). Peserta tersebut merupakan Takmir Masjid di Kecamatan Gombong dan sekitarnya.

Berdasarkan pantauan saifudinmadugo.com, acara yang bertajuk “Bersama-sama mewujudkan Masjid Idaman” itu, terdiri dari dua sesi materi dan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan motivator Manajemen Masjid yakni Pengurus Takmir Masjid Jogokariyan dari Yogyakarta Wahyu Sutejo selaku pembicara.

Dalam sambutannya, Direktur BMT Al Amin Gombong Mundir Hasan, S.Pd. menyampaikan, dalam rangka untuk melestarikan dan mengembangkan masjid menjadi masjid yang idaman, kiranya diperlukan pemikiran dan gagasan inovatif dan sekaligus kemauan semua pihak, terutama pengelola masjid itu sendiri.

Mundir Hasan menambahkan bahwa aktivitas kemasjidan tidak mesti harus membahas urusan ibadah saja, tetapi juga memikirkan urusan sosial kemasyarakatan dan lainnya, juga harus dilakukan di masjid. Tentunya sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau jamaahnya.

“Pengurus masjid juga harus mengubah pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat. Kalau bisa, jangan datang ke rumah jama’ah untuk minta sumbangan, tetapi justru sebaliknya, misalnya bagi jamaah yang rajin shalat berjamaah akan mendapat hadiah, sehingga masjid akan memberikan daya tarik bagi masyarakat di sekitarnya” terang Direktur BMT Al Amin Gombong Mundir Hasan, S.Pd. Hal ini yang menjadi tujuan utama kenapa Pengelolaan Manajemen Masjid itu sangat perlu diadakan.

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” imbuh Mundir Hasan mengutip QS. at-Taubah:18.

Sementara itu, Pengurus Tamir Masjid Jogokariyan Wahyu Sutejo selaku pembicara menjelaskan pentingnya pengelolaan manajemen masjid untuk syiar keagamaan dan kemanfaatan jamaahnya. Beberapa materi yang dibahas dalam kegiatan ini, yakni terkait urgensi (peranan masjid), fungsi masjid, program unggulan, adab dan akhlaq pengurus masjid, problematika (tantangan dan hambatan) serta pengelolaan keuangan masjid.

Ustadz Tejo meminta para peserta untuk menyampaikan sejumlah masalah, tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh para pengurus masjid yang hadir. Banyak sekali pertanyaan yang disampaikan para peserta, terlihat ketika sesi pertanyaan dimulai banyak yang mengajungkan jari untuk menyampaikan permasalahan- permasalahan yang dihadapi para pengurus masjid itu.

Beberapa masalah yang muncul dalam pertanyaan, antara lain, terkait hal-hal khilafiyah (perbedaan pendapat) dalam praktek ibadah di masjid, kesadaran untuk shalat wajib lima waktu berjama’ah di masjid yang masih minim, pengelolaan masjid yang inovatif untuk menarik minat jamaah, hingga tempat masjid yang tidak kondusif. Permasalahan lainnya yakni terkait sibuk dan pasifnya sebagian pengurus dan jama’ah masjid karena alasan pekerjaan dan keluarga.

Ustadz Tejo juga memberikan kiat-kiat untuk menanggulangi permasalahan masjid yang dihadapi, yakni pengurus masjid harus menanamkan rasa toleransi atas berbagai perbedaan (khilafiah) cabang (furu’iyah) yang ada diantara pengurus dan jama’ah masjid. “Akhlaqnya pengurus masjid akan terlihat oleh jamaahnya, maka sikap bijaksana pengurus masjid ini yang harus diutamakan di kesehariannya dalam melayani jamaah dan warga di sekitar masjid, dengan demikian orang lain akan senang melihatnya dan meniru bahkan bisa menjadi contoh atau tauladan bagi jamaahnya.” pungkas Ustadz Tejo.

Pada akhir acara, panitia pelaksana menyampaikan akan ada tindak lanjut dari pertemuan workshop manajemen masjid tersebut yaitu terbentuknya Forum Komunikasi Takmir Masjid (FKTM) Kecamatan Gombong dan sekitarnya, dan pertemuan akan dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan tahun ini.  (SaifudinMDG)

SebelumnyaTingkatkan Jiwa Kewirausahaan Masyarakat, Disnakertransos Kebumen Gelar Pelatihan Memasak SesudahnyaBMT Al-Amin Gombong Fasilitasi Terbentuknya Forum Komunikasi Antar Masjid
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.