SEKILAS INFO
  • 1 minggu yang lalu - Hadir dan Ikuti Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah – Ahad, 11 Agustus 2019 di Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji  |  Imam : H. Achmad Suripno – Khatib : Ustadz Saryono Abu Iqbal.
  • 1 minggu yang lalu - Hadir dan Ikuti Shalat Idul Adha 1440 H – Ahad, 11 Agustus 2019 pukul 06: 30 Wib – di Masjid Nurul Falaah Kedungpuji  |  Imam : H. Achmad Suripno – Khatib : Ustadz Saryono Abu Iqbal
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 21 08 2019 August 2019 >

IMSYAK 04:21
SUBUH 04:35
DZUHUR 11:45
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:36
ISYA 18:50
Diterbitkan :
Kategori : KEDUNGPUJI NEWS / NEWS UPDATE / PENDIDIKAN / SOSIAL BUDAYA
Komentar : 0 komentar

“Iman yang menimbulkan politik, bukan politik yang diiman-imankan. Dari masjid menuju parlemen, bukan dari parlemen mencari suara ke dalam masjid, dan sesudah pemilihan umum tidak ke masjid-masjid lagi!”

Itulah antara lain yang dinyatakan oleh Buya Hamka (“Berjamaah Menjaga Risalah” dalam Panggilan Bersatu Membangunkan Umat Memajukan Bangsa, 2018). Dalam kaitan ini pantas dicermati catatan dari Lukman Hakim. Menurut jurnalis-aktifis tersebut (Jejak Perjuangan Para Tokoh Muslim Mengawal NKRI, 2018) dikatakan bahwa sesungguhnya sejak dahulu tidak pernah ada masalah antara Islam dengan kebangsaan. Kita dapat menjadi Muslim yang taat yang dengan riang gembira menyanyikan Indonesia Tanah Airku. Disinilah bisa dipahami betapa urgen bagi umat Islam bangsa Indonesia untuk melanjutkan peran sejarah para pemimpin dan politisi Muslim tempo dulu yang telah menerjemahkan nilai-nilai dalam shalat untuk mewujudkan kedaulatan umat.

Salah satu alasan mengapa umat Islam bangsa Indonesia saat ini hendaknya mau belajar dari para tokoh kemerdekaaan dinyatakan oleh Fuad Amsyari. Menurut Cendekiawan Muslim dari Unair-Surabaya tersebut (Islam Kaaffah Tantangan Sosial dan Aplikasinya di Indonesia, 1995) dikatakan bahwa kemelut setelah kemerdekaan menyangkut ideologi mana yang dijadikan acuan untuk mengisi kemerdekaan masih berlangsung hingga sekarang.

Gambaran tentang kehidupan Bangsa Indonesia sebelum merdeka yang sangat kental dengan warna Islam dinyatakan oleh Buya Hamka. Menurut ulama-pejuang tersebut (Kesepaduan Iman dan Amal Saleh, 2016) dikatakan bahwa setelah masuk penjajahan Barat ke Dunia Islam, musuh Islam mendapati perintah Islam itu telah mendarah daging kepada umat. Meskipun kehidupan duniawi mereka sedang mundur, tetapi perintah agama telah menjadi adat istiadat mereka. Budi agama telah menjadi perangai. Di mana-mana kelihatan kehidupan Islam.

Sangat tepat kesimpulan Douwes Dekker yang setelah menjadi Muslim dan menjadi anggota Partai Masyumi bernama Setya Budi. Seperti yang ditulis oleh Lukman Hakim (Jejak Perjuangan Para Tokoh Muslim, 2018) dikatakan bahwa dalam banyak hal, Islam merupakan nasionalisme di Indonesia, dan jika seandainya tidak ada faktor Islam di sini, sudah lama nasionalisme yang tulen hilang lenyap. Sekali lagi semoga di tengah umat Islam di tanah air sedang memperingati peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw kiranya dapat dijadikan momentum untuk terus merefleksikan nilai-nilai shalat demi menjaga kedaulatan bangsa dan negara kita.

Penulis : Bambang Purwanto, S.Ag.

SebelumnyaBerbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat SesudahnyaTiap bulan Ramadhan, Desa Kedungpuji jadi wisata ruhani.
Perayaan Idul Adha, Jamaah Masjid Nurul Falaah sembelih 36 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Perayaan Idul Adha, Jamaah Masjid Nurul Falaah sembelih 36 ekor kambing dan 3 ekor sapi.
GOMBONG (NurfalNews) – Ummat Muslim Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong yang merupakan Jamaah Masjid Nurul Falaah menyembelih hewan kurban sejumlah 36 ekor kambing dan 3 ekor sapi dalam rangka perayaan Hari...
Peringatan Idul Adha, Khotib Ustadz Saryono ajak masyarakat untuk bertaqwa Peringatan Idul Adha, Khotib Ustadz Saryono ajak masyarakat untuk bertaqwa
GOMBONG (NurfalNews) – Gema takbir telah berkumandang di seluruh belahan bumi, seluruh umat Islam menyambut hari Raya ‘Idul Adha 1440 Hijriah. Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong menyelenggarakan shalat...
Tiap bulan Ramadhan, Desa Kedungpuji jadi wisata ruhani. Tiap bulan Ramadhan, Desa Kedungpuji jadi wisata ruhani.
Suatu hari di jalan Balai Desa Kedungpuji diantaranya : Gapura Balai Desa, Pertigaan Patrol, Pertigaan Balai Desa, Jalan Soponyono dan Depan Masjid Nurul Falaah terlihatlah Baliho besar ukuran 5 X...
Dari Shalat Menuju Daulat Umat Dari Shalat Menuju Daulat Umat
“Iman yang menimbulkan politik, bukan politik yang diiman-imankan. Dari masjid menuju parlemen, bukan dari parlemen mencari suara ke dalam masjid, dan sesudah pemilihan umum tidak ke masjid-masjid lagi!” Itulah antara...
Berbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat Berbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat
GOMBONG (Nurfal_News) – Beragam cara dilaksanakan oleh Takmir Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong untuk dapat berbagi dengan sesama. Salah satunya dengan menggelar program Jumat Sehat yang dilaksanakan setiap...
Ayo Berproses Menjadi Pemimpin : Ajakan untuk Kaum Muda  Ayo Berproses Menjadi Pemimpin : Ajakan untuk Kaum Muda 
“Maka, jadilah pemimpin! Jadilah orang yang berkualitas pemimpin. Kepemimpinan tidak bisa dipaksakan. Berbeda dengan kekuasaan. Kepemimpinan harus melalui proses, yang butuh waktu relatif panjang, sehingga kehadiran dan kemampuan serta keteladanannya diterima...


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.