SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu - Kepada seluruh Remaja/i di Wilayah RW I dan RW II, mohon kehadirannya besok pada hari Sabtu, 16 Maret 2019 dalam acara Mabil sekaligus Pelantikan Pengurus Risma baru… terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Thursday, 27 06 2019 June 2019 >

IMSYAK 04:22
SUBUH 04:36
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:07
MAGHRIB 17:37
ISYA 18:51
Diterbitkan :
Kategori : KEDUNGPUJI NEWS / NEWS UPDATE / PENDIDIKAN / SOSIAL BUDAYA
Komentar : 0 komentar

“Iman yang menimbulkan politik, bukan politik yang diiman-imankan. Dari masjid menuju parlemen, bukan dari parlemen mencari suara ke dalam masjid, dan sesudah pemilihan umum tidak ke masjid-masjid lagi!”

Itulah antara lain yang dinyatakan oleh Buya Hamka (“Berjamaah Menjaga Risalah” dalam Panggilan Bersatu Membangunkan Umat Memajukan Bangsa, 2018). Dalam kaitan ini pantas dicermati catatan dari Lukman Hakim. Menurut jurnalis-aktifis tersebut (Jejak Perjuangan Para Tokoh Muslim Mengawal NKRI, 2018) dikatakan bahwa sesungguhnya sejak dahulu tidak pernah ada masalah antara Islam dengan kebangsaan. Kita dapat menjadi Muslim yang taat yang dengan riang gembira menyanyikan Indonesia Tanah Airku. Disinilah bisa dipahami betapa urgen bagi umat Islam bangsa Indonesia untuk melanjutkan peran sejarah para pemimpin dan politisi Muslim tempo dulu yang telah menerjemahkan nilai-nilai dalam shalat untuk mewujudkan kedaulatan umat.

Salah satu alasan mengapa umat Islam bangsa Indonesia saat ini hendaknya mau belajar dari para tokoh kemerdekaaan dinyatakan oleh Fuad Amsyari. Menurut Cendekiawan Muslim dari Unair-Surabaya tersebut (Islam Kaaffah Tantangan Sosial dan Aplikasinya di Indonesia, 1995) dikatakan bahwa kemelut setelah kemerdekaan menyangkut ideologi mana yang dijadikan acuan untuk mengisi kemerdekaan masih berlangsung hingga sekarang.

Gambaran tentang kehidupan Bangsa Indonesia sebelum merdeka yang sangat kental dengan warna Islam dinyatakan oleh Buya Hamka. Menurut ulama-pejuang tersebut (Kesepaduan Iman dan Amal Saleh, 2016) dikatakan bahwa setelah masuk penjajahan Barat ke Dunia Islam, musuh Islam mendapati perintah Islam itu telah mendarah daging kepada umat. Meskipun kehidupan duniawi mereka sedang mundur, tetapi perintah agama telah menjadi adat istiadat mereka. Budi agama telah menjadi perangai. Di mana-mana kelihatan kehidupan Islam.

Sangat tepat kesimpulan Douwes Dekker yang setelah menjadi Muslim dan menjadi anggota Partai Masyumi bernama Setya Budi. Seperti yang ditulis oleh Lukman Hakim (Jejak Perjuangan Para Tokoh Muslim, 2018) dikatakan bahwa dalam banyak hal, Islam merupakan nasionalisme di Indonesia, dan jika seandainya tidak ada faktor Islam di sini, sudah lama nasionalisme yang tulen hilang lenyap. Sekali lagi semoga di tengah umat Islam di tanah air sedang memperingati peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw kiranya dapat dijadikan momentum untuk terus merefleksikan nilai-nilai shalat demi menjaga kedaulatan bangsa dan negara kita.

Penulis : Bambang Purwanto, S.Ag.

SebelumnyaBerbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat SesudahnyaTiap bulan Ramadhan, Desa Kedungpuji jadi wisata ruhani.
Tiap bulan Ramadhan, Desa Kedungpuji jadi wisata ruhani. Tiap bulan Ramadhan, Desa Kedungpuji jadi wisata ruhani.
Suatu hari di jalan Balai Desa Kedungpuji diantaranya : Gapura Balai Desa, Pertigaan Patrol, Pertigaan Balai Desa, Jalan Soponyono dan Depan Masjid Nurul Falaah terlihatlah Baliho besar ukuran 5 X...
Dari Shalat Menuju Daulat Umat Dari Shalat Menuju Daulat Umat
“Iman yang menimbulkan politik, bukan politik yang diiman-imankan. Dari masjid menuju parlemen, bukan dari parlemen mencari suara ke dalam masjid, dan sesudah pemilihan umum tidak ke masjid-masjid lagi!” Itulah antara...
Berbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat Berbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat
GOMBONG (Nurfal_News) – Beragam cara dilaksanakan oleh Takmir Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong untuk dapat berbagi dengan sesama. Salah satunya dengan menggelar program Jumat Sehat yang dilaksanakan setiap...
Ayo Berproses Menjadi Pemimpin : Ajakan untuk Kaum Muda  Ayo Berproses Menjadi Pemimpin : Ajakan untuk Kaum Muda 
“Maka, jadilah pemimpin! Jadilah orang yang berkualitas pemimpin. Kepemimpinan tidak bisa dipaksakan. Berbeda dengan kekuasaan. Kepemimpinan harus melalui proses, yang butuh waktu relatif panjang, sehingga kehadiran dan kemampuan serta keteladanannya diterima...
Peradaban Islam : Wajah Islam yang Membumi Peradaban Islam : Wajah Islam yang Membumi
“…..Islam bukan hanya konsep yang utopia atau angan-angan di atas kertas belaka. Tetapi, Islam adalah konsep-konsep praktis yang bisa dan telah terlaksana dalam kehidupan. Islam kini bukan hanya menjadi nama satu...
Susunan Organisasi  RISMA Nurul Falaah  Periode 2019 s.d. 2021 Susunan Organisasi RISMA Nurul Falaah Periode 2019 s.d. 2021
Susunan Organisasi RISMA Nurul Falaah Periode 2019 s.d. 2021 Dewan Pembina : 1. Ustadz Bambang Purwanto, S.Ag. 2. Ustadz Budiyono, S.Pd. 3. Ustadzah Muchyani, S.Pd. Dewan Pertimbangan Organisasi 1. Sefudin,...


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.