SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 15 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:19
SUBUH 04:33
DZUHUR 11:43
ASHAR 15:04
MAGHRIB 17:34
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : KEDUNGPUJI NEWS / NEWS / NEWS UPDATE
Komentar : 0 komentar

Salah satu yang khas dari umat Islam bangsa Indonesia adalah budaya silaturahmi. Karena dilakukan dalam rangkaian perayaan Idul Fitri. Buktinya antara lain adalah saling mengunjungi di antara saudara. teman dan handai taulan setelah pelaksanaan shalat Id. Lewat budaya silaturahmi ini sesungguhnya bisa menautkan hati lintas generasi.

Secara ideologis bisa dipahami betapa urgen dan strategik budaya silaturahmi itu terhadap rintisan Kebangkitan Islam oleh HOS Cokroaminoto yang harus dilanjutkan oleh umat Islam secara sambung-menyambung. Seperti yang diingatkan oleh Buya Hamka (Perbendaharaan Lama : Menyingkap Sejarah Islam Di Nusantara, 2017) dikatakan bahwa : “…kebangkitan Islam secara baru, dimulai oleh seorang anak bangsawan. Dari pihak ibu keturunan Susuhunan Solo sendiri dan dari pihak bapak keturunan kiai yaitu Raden Omar Sayyid Cokroaminoto.”

Dalam catatan Ahmad Mansur Suryanegara (Api Sejarah, 2009) dikatakan bahwa HOS Cokroaminoto punya konsep yakni : “Tidak bisa manusia menjadi utama yang sesungguh-sungguhnya, tidak bisa manusia menjadi besar dan mulia dalam arti kata yang sebenarnya, tidak bisa ia menjadi berani dengan keberanian yang suci dan utama, kalau ada banyak barang yang ditakuti dan disembahnya. Keutamaan, kebesaran, kemuliaan dan keberanian yang sedemikian itu, hanyalah bisa tercapai karena tauhid saja. Tegasnya, menetapkan lahir batin: Tidak ada sesembahan melainkan Allah saja”.

Semoga dengan momentum Idul Fitri tahun ini hati-hati kita ditautkan oleh Allah untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu mewujudkan bangsa dan negara kita yang maju dan mandiri dalam naungan ridho Ilahi. Allahu Al-Musta’an.

Penulis :¬†Bambang Purwanto, S.Ag. (Ketua Takmir Masjid Jami’ Nurul Falaah Kedungpuji, Gombong)

SebelumnyaJamaah Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Galang Dana Peduli Palestina SesudahnyaBudaya Silaturahmi : Tautkan Hati Lintas Generasi
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih¬†lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.