SEKILAS INFO
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Wednesday, 15 08 2018 August 2018 >

IMSYAK 04:19
SUBUH 04:33
DZUHUR 11:43
ASHAR 15:04
MAGHRIB 17:34
ISYA 18:49
Diterbitkan :
Kategori : EKONOMI / KEDUNGPUJI NEWS / NEWS
Komentar : 0 komentar

Gombong, (kebumen.sorot.co) – Dalam rangka mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban islam, Takmir Masjid Nurul Falaah, Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong menggelar Pasar Sore Ramadan (Pasora). Pasora tersebut merupakan salah satu program tahunan takmir masjid setempat yang digelar setiap satu tahun sekali yakni pada setiap bulan Ramadan.

Ketua Takmir Masjid Nurul Falaah, Bambang Purwanto, S.Ag. mengungkapkan, Pasar Sore Ramadan tersebut digelar dalam rangka pemberdayaan ekonomi jamaah dan umat Islam pada umumnya. Pasar yang berada di kanan kiri jalan yang ada depan Kantor Balai Desa Kedungpuji itu digelar sejak tanggal 17 Mei kemarin hingga tanggal 14 Juni mendatang.

“Kita sejak tahun 2009 telah merumuskan visi dan misi Masjid Nurul Falah. Visi masjid adalah sebagai pusat peradaban islam dan salah satu misinya yakni pemberdayaan jamaah, baik secara ekonomi maupun secara kesehatan. Pemberdayaan konomi salah satunya wujudnya antara lain ini yang baru kita wujudkan dengan menggandeng teman-teman dari Desa Kedungpuji, maupun dari luar untuk meramaikan Pasora,” papar Bambang, Minggu (20/05).

Bambang mengungkapkan, Pasora yang digelar setiap bulan Ramadan tersebut telah berjalan selama delapan kali selama delapan tahun terakhir. Para pedagang yang menjajakkan dagangannya di jalan sepanjang kurang lebih 750 meter tersebut diisi oleh 75 stand pedagang. Berbagai macam menu dan aneka jajanan dijajakkan dalam puluhan stand tersebut, mulai dari makanan takjil, aneka minuman, obat-obatan herbal, pernak pernik Islami hingga mainan anak.

“Para pedagang berasal dari Desa Kedungpuji dan beberapa ada yang berasal dari luar desa. Untuk para pedagang kita tarik iuran pendaftaran sebesar Rp 5000. Setiap hari para pedagang juga kita tarik infaq seikhlasnya untuk operasional berjalannya Pasore tersebut,” jelasnya.

Dengan adanya Pasore tersebut, pihaknya berharap, dalam momentum bulan suci Ramadan jamaah dan masyarakat umumnya dapat meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dan juga ibadah-ibadah sosial seperti infaq, sodaqoh dan kepedulian terhadap sesama.

“Kita berharap agar umat islam dapat lebih peduli lagi terhadap problem-problem sosial, seperti halnya kemiskinan. Pasore ini kita gelar juga dalam rangka menumbuhkan jiwa-jiwa usaha di kalangan umat Islam, sebagaiman pendahulu kita, dai-dai yang pandai berdakwah dan ulung dalam berdagang,” ungkapnya.

Source: http://kebumen.sorot.co/berita-3990-berdayakan-ekonomi-umat-takmir-masjid-nurul-falah-gelar-pasar-sore-ramadan.html 

Video terkait :

SebelumnyaSaatnya Melanjutkan Warisan Islam : Sebuah Renungan SesudahnyaWarga Berburu Takjil di Pasora Desa Kedungpuji
Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa Cintai Nabi, Makmurkan Masjid dan Majukan Desa
Rindu kami padamu ya Rasul, Rindu tiada terperi, Berabad jarak darimu ya Rasul, Serasa dikau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia, Bagai cahaya suwarga, Dapatkah kami membalas cintamu, Secara bersahaja. #######...
Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto Perempuan Hebat Di Balik H.O.S. Tjokroaminoto
“Ayahanda! Dahulu anakanda dikawinkan oleh ayah-bunda, sedangkan anakanda pada waktu itu tidak kenal dengan Mas Tjokro. Anakanda taat! Kini anakanda pun tetap taat. Kalau ayah-bunda ceraikan anakanda dari Mas Tjokro,...
Merindukan Pemimpin Sejati Merindukan Pemimpin Sejati
“….Tetapi pemimpin sejati tetap ingat; umur di dunia tidaklah akan lama, tetapi umur sejarahlah yang lebih lama.” (Buya Hamka) ###### Itulah antara lain yang ditulis oleh Buya Hamka (“Pemimpin Sejati” dalam...
Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua Yang Muda, Yang Berprestasi : Impian Setiap Orang Tua
“Muhammad Al-Fatih adalah pemimpin hebat yang dalam usia sangat muda berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1543. Ia adalah contoh kisah sukses model pendidikan yang menekankan pada penanaman adab dan kesungguhan...
Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren Cerdas dan Berkarakter: Sebuah Impian dari Pesantren
Dalam buku “Rekonstruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia” dikatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Menurut Akbar Zainudin (Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren,...
Mencari Teman Sejati Mencari Teman Sejati
“Selama ini, Ku mencari-cari, Teman yang sejati, Buat menemani, Perjuangan suci”. Itulah bait pertama dari sebuah lagu yang berjudul “Teman Sejati.” Dalam kaitan ini peringatan dari Buya Hamka pantas diperhatikan....


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.