SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu - Kepada seluruh Remaja/i di Wilayah RW I dan RW II, mohon kehadirannya besok pada hari Sabtu, 16 Maret 2019 dalam acara Mabil sekaligus Pelantikan Pengurus Risma baru… terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Thursday, 27 06 2019 June 2019 >

IMSYAK 04:22
SUBUH 04:36
DZUHUR 11:46
ASHAR 15:07
MAGHRIB 17:37
ISYA 18:51
Diterbitkan :
Kategori : KEDUNGPUJI NEWS / NEWS / NEWS UPDATE
Komentar : 0 komentar

“Maka, jadilah pemimpin! Jadilah orang yang berkualitas pemimpin. Kepemimpinan tidak bisa dipaksakan. Berbeda dengan kekuasaan. Kepemimpinan harus melalui proses, yang butuh waktu relatif panjang, sehingga kehadiran dan kemampuan serta keteladanannya diterima di masyarakat”

Itulah antara lain yang ditulis oleh Adian Husaini (“Bangkit dan Jadilah Pemimpin!” dalam 10 Kuliah Agama Islam, 2016). Dalam kaitan ini menarik untuk diperhatikan catatan kritis dari Buya Hamka seperti yang dikutip Adian Husaini dalam buku tersebut. Menurut Buya Hamka bahwa banyak guru, dokter, hakim, insinyur, banyak orang yang bukunya satu gudang dan diplomanya segulung besar, tiba-tiba dalam masyarakat menjadi “mati”, sebab dia bukan orang masyarakat. Hidupnya hanya mementingkan dirinya, diplomanya hanya untuk mencari harta, hatinya sudah seperti batu, tidak mempunyai cita-cita, lain dari pada kesenangan dirinya. Disinilah bisa dipahami betapa urgen ajakan kepada kaum muda untuk berproses menjadi pemimpin.

Bagi kaum muda sekarang khususnya yang 00Muslim hendaknya bisa belajar dari sejarah peradaban Islam misalnya ketika kaum Muslimin berkuasa di Andalusia. Menurut Lathifah Ibrahim Khadhar (Ketika Barat Memfitnah Islam, 2005) dikatakan bahwa para filosof dan ilmuwan Islam dapat mentransfer ilmu fisika, kedokteran, astronomi, matematika, dan sastra ke Eropa. Dan ilmuwan Muslim telah menggoreskan langkah maju dan memberikan kontribusi mereka bagi kebangkitan pemikiran Eropa. Beberapa nama besar yang dapat disebut diantaranya adalah Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, Al-Khawarizmi dan Ibnu Haitsam.

Dalam tinjauan pandangan alam Islam (Abdul Wahid, “Konsep Manusia” dalam Worldview Islam, 2018) dikatakan bahwa manusia diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah. Agar bisa secara maksimal dalam merealisasikan tujuan penciptaannya tersebut di samping dibekali dengan akal, manusia juga diberi tuntunan yang bisa membantu akal dalam memahami tujuan penciptaannya yaitu kitab suci dan para utusan yang berfungsi untuk membimbing mereka pada kebenaran.

Menurut Adian Husaini (10 Kuliah Agama Islam, 2016) dikatakan bahwa beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses menjadi pemimpin adalah :1. Manfaatkan setiap peluang dan kesempatan, 2. Jangan takut gagal atau belum-belum sudah menyatakan tidak mampu, 3. Janganlah berfikir sudah ada orang lain yang akan memimpin, 4. Ingatlah kualitas pemimpin bukan hanya dilihat besar di kandang sendiri, 5. Perhatikan setiap perkembangan situasi yang terjadi di lingkungan kita, 6. Mulailah menghilangkan sikap eghois, 7. Selalu menjaga hubungan baik dengan Allah dan waspada terhadap setan-setan yang berkeliaran di sekitar kita.

Semoga kaum muda kita diberi kekuatan lahir dan batin oleh Allah dalam berproses menjadi pemimpin. Pada saatnya nanti mereka siap melanjutkan perjalanan bangsa dan negara kita menjadi bangsa dan negara yang baik dan mendapatkan ampunan dari Allah..

Penulis: Bambang Purwanto, S.Ag.

SebelumnyaPeradaban Islam : Wajah Islam yang Membumi SesudahnyaBerbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat
Tiap bulan Ramadhan, Desa Kedungpuji jadi wisata ruhani. Tiap bulan Ramadhan, Desa Kedungpuji jadi wisata ruhani.
Suatu hari di jalan Balai Desa Kedungpuji diantaranya : Gapura Balai Desa, Pertigaan Patrol, Pertigaan Balai Desa, Jalan Soponyono dan Depan Masjid Nurul Falaah terlihatlah Baliho besar ukuran 5 X...
Dari Shalat Menuju Daulat Umat Dari Shalat Menuju Daulat Umat
“Iman yang menimbulkan politik, bukan politik yang diiman-imankan. Dari masjid menuju parlemen, bukan dari parlemen mencari suara ke dalam masjid, dan sesudah pemilihan umum tidak ke masjid-masjid lagi!” Itulah antara...
Berbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat Berbagi, Masjid Nurul Falaah Gelar Jumat Sehat
GOMBONG (Nurfal_News) – Beragam cara dilaksanakan oleh Takmir Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong untuk dapat berbagi dengan sesama. Salah satunya dengan menggelar program Jumat Sehat yang dilaksanakan setiap...
Ayo Berproses Menjadi Pemimpin : Ajakan untuk Kaum Muda  Ayo Berproses Menjadi Pemimpin : Ajakan untuk Kaum Muda 
“Maka, jadilah pemimpin! Jadilah orang yang berkualitas pemimpin. Kepemimpinan tidak bisa dipaksakan. Berbeda dengan kekuasaan. Kepemimpinan harus melalui proses, yang butuh waktu relatif panjang, sehingga kehadiran dan kemampuan serta keteladanannya diterima...
Peradaban Islam : Wajah Islam yang Membumi Peradaban Islam : Wajah Islam yang Membumi
“…..Islam bukan hanya konsep yang utopia atau angan-angan di atas kertas belaka. Tetapi, Islam adalah konsep-konsep praktis yang bisa dan telah terlaksana dalam kehidupan. Islam kini bukan hanya menjadi nama satu...
Susunan Organisasi  RISMA Nurul Falaah  Periode 2019 s.d. 2021 Susunan Organisasi RISMA Nurul Falaah Periode 2019 s.d. 2021
Susunan Organisasi RISMA Nurul Falaah Periode 2019 s.d. 2021 Dewan Pembina : 1. Ustadz Bambang Purwanto, S.Ag. 2. Ustadz Budiyono, S.Pd. 3. Ustadzah Muchyani, S.Pd. Dewan Pertimbangan Organisasi 1. Sefudin,...


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.